DEMOCRAZY.ID – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, ikut menanggapi skandal dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Melalui akun X pribadinya, Cak Imin menyinggung praktik penyadapan yang menurutnya sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu.
Cak Imin menyebut fenomena sadap-menyadap bukan hal baru di Indonesia.
Namun, dia menilai baru kali ini ada tindakan tegas dari Kapolri terkait persoalan tersebut.
“Maksudku itu fenomena sadap menyadap itu sudah lama terjadi, lebih dari 30 tahun yang lalu, baru kali ini ada tindakan tegas dari Kapolri, Hormat Kapolri grak!” tulis Cak Imin melalui akun X miliknya.
Maksudku itu fenomena sadap menyadap itu sudah lama terjadi, lebih dari 30 tahun yang lalu, baru kali ini ada tindakan tegas dari Kapolri, Hormat Kapolri grak !
— A Muhaimin Iskandar (@cakimiNOW) November 6, 2026
Sebelumnya, Cak Imin geram setelah mengetahui dirinya termasuk salah satu pihak yang menjadi sasaran penyadapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Cak Imin menyebut tindakan penyadapan tersebut sebagai perbuatan kurang ajar.
Ia bahkan berharap para pelaku mendapat hukuman setimpal.
“Itu kurang ajar betul. Lebih kurang ajar lagi, saya termasuk yang disadap. Itu sangat kurang ajar itu. Sangat kurang ajar,” tegas Cak Imin.
Ia juga mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto dan kepolisian yang berhasil mengungkap kasus tersebut.
“Kepada Pak Prabowo kita doakan semoga bersama kita terus, amin. Semoga yang menyadap mendapatkan hukuman yang setimpal,” ujar Cak Imin.
“Saya sebetulnya sudah tahu 30 tahun yang lalu sebetulnya. Tapi kita enggak bisa nangkap saja. Enggak punya alat untuk menangkap. Untung Pak Prabowo bisa membantu. Ya Pak Prabowo bisa menangkap penyadap, sekaligus nangkep yang nyadap saya. Enaknya koalisi sama Pak Prabowo ya begitu itu,” ungkap Cak Imin sembari berseloroh.