

DEMOCRAZY.ID – Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais memprediksi Jokowi akan punah secara politik, sebelum 2029.
Amien Rais mengatakan nasib seseorang yang tahu hanya Allah SWT.
Dia menyebut manusia pun sebatas meramal atau memprediksi.
“Kita manusia, boleh meramal. Ramalan, bisa meleset dan bisa tidak,” katanya, dikutip dari Youtube pribadinya, Selasa (4/8).
Dia mengungkapkan dasar pemikirannya adalah sebuah keteraturan dalam sejarah umat manusia, sejak zaman dahulu.
“Tidak pernah seorang yang zalim, dari Pak Lurah sampai Presiden yang tidak klipuk (jatuh),” tutur mantan ketua MPR itu.
Amien Rais menilai Jokowi adalah sosok yang zalim, suka menipu, mengadu domba rakyat, dan tidak memiliki rasa malu.
“Impian liar Jokowi akan bisa mengatur Indonesia di masa depan, merupakan impian yang tanpa dasar,” ujarnya.
Dia menyebut para pendukung Jokowi yang menyatakan sebagian rakyat masih merindukan eks wali kota Surakarta adalah setingan.
Amien Rais mengatakan Jokowi masih belum puas berhalusinasi untuk mengatur Indonesia, melalui Wapres Gibran Rakabuming Raka.
“Jokowi sudah bertekad akan safari menyambangi sebagian rakyat Indonesia, yang katanya masih merindukannya,” ucapnya.
Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais menyebut Presiden Prabowo Subianto yang melemah secara politik, menjadi salah satu penyebab Jokowi masih terlihat perkasa.
Amien Rais mengatakan Prabowo Subianto melemah secara politik, karena dirinya sendiri. Salah satu penyebabnya, yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Prabowo melemah, karena kesalahannya. Salah satunya, MBG yang kenyataannya untuk korupsi bancakan para pengelolanya,” katanya, dikutup dari Youtube pribadinya, Selasa (4/8).
Dia mengungkapkan Prabowo melemah juga karena program Kopdes Merah Putih yang ditolak hampir semua warga desa.
“Ini menimbulkan seolah Mukidi atau Jokowi makin kuat (secara politik). Jokowi secara politik, seharusnya sudah punah,” ujarnya.
Amien Rais menyampaikan Jokowi masih terlihat kuat secara politik, juga karena Listyo Sigit Prabowo yang masih menduduki kursi Kapolri.
“Prabowo sangat takut berbeda pendapat dengan Listyo Sigit. Dampaknya, posisi politik Jokowi di atas permukaan terlihat masih kuat,” tuturnya.
Dia juga menyinggung fenomena yang hampir saja, yakni Prabowo Subianto yang takut berbeda pendapat dengan Panglima TNI Agus Subiyanto.
Amien Rais mengaku melihat dukungan politik dalam negeri yang dinikmati Jokowi, yakni dari Kapolri dan Panglima TNI.
“Dukungan politik, ekonomi, dan diplomatik dari luar negeri juga sangat kuat, yakni yang berasal dari Tiongkok. Xi Jinping bisa diibaratkan menjadi pamannya Jokowi,” ucapnya.