Gibran Terancam? Sinyal Bahaya dari Direktur PPI Jika Jokowi ‘Gagal’ Bawa PSI Tembus Parlemen 2029!

DEMOCRAZY.ID – Analis politik Adi Prayitno menilai keputusan Presiden ke-7 RI Joko Widodo bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menempatkannya sebagai figur sentral dalam perjalanan politik partai tersebut menjelang Pemilu 2029.

Menurut Adi, Jokowi tidak hanya berperan sebagai mentor atau pemberi motivasi.

Ia menilai mantan kepala negara itu akan menjadi tokoh utama yang menentukan arah politik PSI.

“Pak Jokowi bukan hanya menjadi mentor. Lebih tepat kalau disebut sebagai imam besar bagi PSI,” kata Adi dalam siniar Akbar Faizal Uncensored yang dikutip, Minggu, 12 Juli 2026.

Adi berpendapat Jokowi masih memiliki masa depan politik yang panjang sehingga kecil kemungkinan memilih sepenuhnya meninggalkan panggung politik setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai presiden.

Karena telah secara terbuka menyatakan diri menjadi bagian dari PSI, Adi memperkirakan Jokowi akan mengerahkan pengaruh politik yang dimilikinya untuk mengangkat elektabilitas partai tersebut agar mampu menembus ambang batas parlemen pada Pemilu 2029.

Ia menyebut langkah tersebut sebagai pertaruhan politik bagi Jokowi.

Selama ini, kata Adi, Jokowi dikenal memiliki rekam jejak yang kuat dalam berbagai kontestasi politik, mulai dari pemilihan Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga dua kali memenangkan pemilihan presiden.

Apabila PSI berhasil lolos ke parlemen, Adi menilai keberhasilan itu akan semakin menguatkan anggapan bahwa pengaruh politik Jokowi masih sangat besar meski tidak lagi menjabat sebagai presiden.

Analis politik Adi Prayitno

Sebaliknya, jika PSI gagal memperoleh kursi di DPR, Adi memperkirakan publik akan mulai mempertanyakan sejauh mana pengaruh politik Jokowi masih efektif.

Menurut dia, hasil Pemilu 2029 juga akan berimplikasi terhadap masa depan politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Kalau PSI tidak besar dan tidak lolos ke parlemen, Gibran tidak bisa maju. Kartu politik Jokowi selesai,” ujar Adi.

Setelah melakukan blusukan di Lampung, Jokowi dijadwalkan melanjutkan safari politiknya ke Jawa Tengah bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada pertengahan Juli 2026.

Saat ini, agenda tersebut masih dalam tahap pematangan.

PSI Jawa Tengah bersama tim Jokowi tengah menyusun jadwal sekaligus menentukan daerah-daerah yang akan menjadi tujuan kunjungan.

Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo, mengatakan pihaknya telah mengusulkan hampir seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut untuk masuk dalam rangkaian safari politik Jokowi.

“Secepatnya akan kami siapkan. Kami akan berkoordinasi dengan tim, mudah-mudahan pertengahan Juli ini sudah bisa berjalan. Kami mengajukan hampir 35 kabupaten/kota, tentu nanti akan dipilih oleh Bapak, mana yang kira-kira akan didatangi,” ujar Antonius Yogo, Jumat (3/7/2026).

Menurut Antonius, kunjungan tersebut tidak hanya berisi agenda politik dan silaturahmi dengan masyarakat.

PSI juga berencana mengemas safari politik Jokowi dengan nuansa budaya lokal agar lebih dekat dengan warga di setiap daerah.

Berbagai tradisi dan kearifan lokal akan ditampilkan, termasuk ritual adat dan karnaval budaya yang menjadi ciri khas masing-masing daerah di Jawa Tengah.

Dengan konsep tersebut, PSI berharap safari politik Jokowi tidak hanya menjadi ajang konsolidasi politik, tetapi juga menjadi ruang untuk mengangkat dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas.

[VIDEO]

Sumber: Fajar

Artikel terkait lainnya