Denny Indrayana Skakmat Andi Azwan: Jangan Bicara Soal Motif, Apa Motif Anda ‘Menghamba’ Kepada Jokowi dan Gibran?

Signature: cZ9wsWToX70W2ZPptYLvibyPmsYLbn8HHJEn0qoTzI4LzBBOjaaxmvuu7csS2NR5gNDrPJoEX0XMWj7JXAD0EKdbwjiL2fXgCJsm0OKtcMel+8GRQEc773M/wKLFjEFT9QhOGH3+g51YtSiEjtjLw2ORCNK+Oyu/3jAa4gOOQCAqs8sigLT5lxxRwPSWXrEs0NiMx7qJtN3c6CgFhAJ67TEZI3EjrVMSuXK+WQ9wIuZXz+3XJWdm6KGvZAb5BIkpm2PsxOuNpGuWWGXTnd/PSYWFXFvdtfpvUbZpEqwLRteekpWzXWv54UEyPSeDanREjToG4BbYQJKKDhjtBq602g1GUeMke22fmIU2YFK/oAPvmeTIUb4ICdJ1owxSkq25CUMAFuY38Wcv0RNyMi6pDqijr+C0h9K/HaLA9ClQtwGNwZwd9l+WuCHHAftHdeCophaR0ZNp8TbKzJoFWevpq/pKk29tXJ/axjaRlLz75+xWenwJBYhEUH0NZLJWlmTBm15K1TPa3hXT64FeIB0eV3eQgKfXeLtd1VhbvZ9a7cFIEase7UgFxxK4toNLHf6L2vkQc3wph/EzBHnk6k9nzFwyGd0JIPc78N3Ab22QVGBxxjOl9VYFgT6ZXY4plgQUVFIOO/hhP/QWguDj1pklzVamNq8S7n0gOAQfgSgnV7Q6Co7dQSmMP2gPRq3wCRUfPZCKqY3mGStdYN+4l9HlwC/jniDcMv5Wly9LgXZNrMAUIVvxnMw3hWgvBEXSz/LyJayIhgQqUGDrlh+294llEzR7A49yAtM/Dwy7ZbIgOO6SL7Skw1X5wLtG6sE3rfSAbqjIF42nCULZ8PjuJTK5PPZ85MM9pkfqhM2lco9wcp6T5u2x3IKHjRD0B7U/fBPfxEhgQM2/wftfaujLWFCRH0Ep0eavQCd1yjPzb+eu4Ncvkrf6o4IWklWP7qTkG+eQf6Hatktwkb4l03VKyMRzVczlY4hsL4oMKK+2pE0IgdM=

DEMOCRAZY.IDPerdebatan terkait sikap kritis terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali memanas.

Mantan Wamenkumham, Prof Denny Indrayana, merespons pernyataan Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan, yang dinilai terus mempertanyakan motif kritik terhadap keluarga Jokowi.

Denny justru meminta Andi tidak terburu-buru berbicara mengenai motif.

Ia balik mempertanyakan alasan Andi yang dinilai konsisten memberikan pembelaan terhadap Jokowi dan Gibran.

Denny Balik Pertanyakan Motif Andi Azwan

Denny menyampaikan respons tersebut dengan mempertanyakan secara langsung apa yang menjadi dasar Andi dalam memberikan dukungan kepada Jokowi dan Gibran.

“Andi Azwan, jangan bicara motif di depan saya?” ujar Denny, Selasa (25/8/2026).

Ia kemudian meminta Andi melihat kembali sikap dan posisinya sendiri sebelum menilai motif orang lain.

“Tanyakan pada diri anda sendiri, motif anda apa? Selalu memuja dan menghamba kepada Jokowi dan Gibran?” tukasnya.

Denny Sebut Kritik Berasal dari Panggilan Hati Nurani

Denny kemudian menjelaskan alasan dirinya dan pihak-pihak yang selama ini menyuarakan kritik terhadap Jokowi maupun Gibran.

Menurutnya, kritik yang disampaikan bukan didorong kepentingan materi.

Ia mengklaim sikap tersebut lahir dari pertimbangan pribadi dan keyakinan terhadap persoalan yang sedang diperbincangkan.

“Kami yang bersuara kritis ini bermotif panggilan hati nurani,” tegasnya.

Denny bahkan menyebut sikap kritis tersebut justru memiliki konsekuensi terhadap dirinya secara profesional.

“Tidak ada satu sen pun bayaran, justru beresiko kantor hukum saya tidak mendapatkan klien,” imbuhnya.

Risiko Dilaporkan hingga Dikriminalisasi

Tidak hanya berpotensi kehilangan klien, Denny mengaku kritik yang disampaikannya juga memiliki risiko hukum.

Ia menyebut dirinya siap menghadapi berbagai konsekuensi apabila sikap kritis tersebut berujung pada pelaporan maupun proses hukum.

“Beresiko dikriminalisasi, dilaporkan polisi, dikasuskan secara hukum,” terangnya.

Meski demikian, Denny menegaskan tidak akan mundur hanya karena adanya risiko tersebut.

“Kami hadapi bismillah siap hadapi,” tegasnya.

Lebih jauh, Denny juga menyinggung penggunaan istilah relawan.

Ia meminta agar istilah tersebut tidak kehilangan makna apabila di belakangnya terdapat kepentingan atau imbalan tertentu.

“Jangan rusak kata relawan, karena sudah jadi bayaran,” kuncinya.

Artikel terkait lainnya