DEMOCRAZY.ID — Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, mengenang kembali detik-detik pencopotan dirinya dari jajaran Kabinet Kerja oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui perombakan kabinet (reshuffle) gelombang kedua pada Juli 2016 silam.
Kisah tersebut diungkapkan Anies saat berbincang santai dengan Sammy Notaslimboy dan David Nurbianto dalam siniar (podcast) Talk of Life.
Anies menceritakan bahwa sinyal perombakan tersebut diterimanya tepat sehari sebelum pengumuman resmi reshuffle dilakukan.
Kala itu, ia diminta datang ke Istana Negara secara diam-diam melalui pintu Jalan Merdeka Utara untuk melakukan pertemuan privat dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung.
“Malam itu ketemu Pak Pratikno, Pak Pramono. Lalu mereka menyampaikan, ‘Mas, kami dapat tugas menyampaikan dari Pak Presiden bahwa akan ada reshuffle dan Mas Anies menjadi salah satu yang ikut dalam reshuffle itu’,” kenang Anies.
Setelah pertemuan tertutup tersebut, Anies kemudian menghadap langsung kepada Presiden Joko Widodo.
Dalam perjumpaan itu, Presiden memastikan apakah kabar pemberhentian tersebut sudah disampaikan oleh para menteri di lingkaran istana.
“Semuanya masuk ruangan dan Pak Presiden menyampaikan, ‘Pak Anies apa tadi sudah disampaikan oleh Pak Pratikno, Pak?’ Sudah, Pak. Gitu,” ujar Anies menirukan percakapannya dengan Jokowi saat itu.
Lebih lanjut, Anies mengungkapkan bahwa pihak istana sempat menanyakan melalui ajudan presiden apakah dirinya memiliki keinginan atau aspirasi untuk dialihtugaskan ke posisi menteri atau jabatan lain di dalam kabinet. Namun, tawaran tersebut ditolak secara halus.
Anies menegaskan bahwa dirinya tidak meminta posisi pengganti dan memilih untuk menerima keputusan pencopotan tersebut dengan lapang dada.
Ia mengibaratkan posisinya sebagai seorang prajurit atau panglima perang yang harus siap sedia menerima segala titah dari pimpinan tertinggi.
“Saya sampaikan tidak ada. Saya tidak punya aspirasi barangkali mau tugas lain, enggak ada. Saya sudah siap juga,” kata Anies.
“Saya berpandangan gini, saya ini kayak senopati ya. Jadi dalam sebuah kerajaan. Kalau pimpinan mengatakan Anda ditarik ke belakang, ya sudah kita jalanin,” tambahnya.
Sebagai catatan, Anies Baswedan diamanahkan mengemban jabatan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sejak awal pemerintahan Kabinet Kerja dibentuk pada Oktober 2014, sebelum akhirnya masa baktinya harus terhenti di tengah jalan pada Juli 2016.
[FULL VIDEO]