Pamer Makan Chicken Katsu Sambil ‘Ledek’ Korban Keracunan MBG, Pengawas SPPG di Bantul Langsung Disanksi Pecat!

Signature: sCqEWiqnRL/UbcIF9heTg0EXWplMYNUI2Uxm3ckBJ0y6CVH6+geC8NK1ZkS8UolgZN+FAcH4GJOg+/Zz/KUpaOfTxqtWczgkfmWIqFNZeupxmHeAo7aFjjnIdt1QPnQsJFjaurzusXFVp7FS8rW/UfPqY8xCEmEE+J5gOVp5XEbp/m3OhjiGgBVYLV3UkdJZbZ0k+qF+AoqhN/Pscd3Ln6lkxyTCPmf7JtTjDdRZQCzu72jG3R20/1I0RAla4164Zjs1nqvgtEsex7JpxmLXSDQzc7LnE4JRrzlCi9Us1GBqcTQ4T8CbDH66+DEZGPQrxHrbsh/JkQg/0Jh91N0/2Kx2SsgmI6lv2P/rtf3p8g55tajH49vcvUNzwEJp/n86rlGkrDcA4EqH4tRUsA4ou0uR2Dw0Yel5VqgC+sH8sD/YVXnNPtVxdIrI4f3EHAkEdtXmKJKwM4h1FPODcgthLJ1+QKXpu1vVCgocqlMZMHDxGjFpCKGhqkoKLTdL71sGWk8U5WVuSylqchS9ANzqUE0pVQO2ybefmJMayR8jQkIb6B/IucnYv8Kb8kZvDGDBcMBWJo1zwdbKrikyYdNBEJUxIEjTqrspmXgi4B5yftQW8vsmXyjzLo0tNsyTjbU7ebn7DXSPNaM2tZVVAdhNtruCxlvoHL+1nzzl4FBRakrHXVlSY4/gnXAFi7ddk/foHlac+dfMQQJkdJ9a2IBImxsX8n/19vs6p4ZR09AJHSD2Bp2OUxn8yyeiqi6DpWN2qXGACZaOxQy0hWjDNFeuagRBU4nZ2JGl+CdUBnpmRr5JXh9rCWPulcA2f2QmKXCG43ai7wxCBR0qQiqBJn0OnftulM02g0vjP61IWGDqbJVaWf3mUpvpT3ILTlVnvLIo3etm1JPw3BROHtrsKHzCiwaaGe02Rbi+xP1nrcys8wqwkI1Q6Fy5jZWcsPjLdRHJx7bJmGxfad5twpm5UUHvriZA0MWCueKtero3RFKZVLw=

DEMOCRAZY.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memecat Gerardus Permanaditya, pengawas keuangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muntuk, Dlingo, Bantul.

Gerardus diberhentikan setelah aksinya menyantap chicken katsu sambil mengolok-olok siswi yang menjadi korban keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial dan memicu kemarahan publik.

Pemecatan tersebut dikonfirmasi Koordinator Regional BGN DIY Wirandita Gagat Widyatmoko.

Menurutnya, tindakan tegas diambil untuk menegakkan etika dan profesionalitas seluruh personel yang terlibat dalam penyelenggaraan program MBG.

“Kami menyayangkan adanya pernyataan tersebut. Setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, yang bersangkutan telah diberhentikan,” tegas Gagat dalam keterangan tertulisnya dikutip, Senin (21/9/2026).

Gagat menegaskan, personel BGN tidak cukup hanya menguasai aspek teknis pekerjaan.

Mereka juga dituntut memiliki empati dan rasa kemanusiaan, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi persoalan serius.

Aksi menjadikan musibah keracunan sebagai bahan lelucon di media sosial dinilai tidak sejalan dengan etika yang harus dijunjung dalam pelayanan publik.

“Empati dan saling menghormati harus menjadi bagian dari budaya kerja kita,” ujarnya.

BGN DIY juga mengingatkan seluruh personel SPPG di berbagai tingkatan agar bijak menggunakan media sosial.

Pernyataan yang disampaikan di ruang publik, terutama terkait persoalan yang menyangkut masyarakat, diminta tetap memperhatikan etika dan empati.

Selain persoalan etika, seluruh jajaran SPPG diminta kembali fokus memperbaiki kinerja, memperketat pengawasan terhadap standar operasional prosedur (SOP) keamanan pangan, serta menjaga integritas pelayanan.

Gagat tak menampik perhatian publik terhadap program MBG saat ini sangat besar.

Karena itu, ia meminta persoalan tersebut menjadi pembelajaran bagi seluruh jajaran.

“Jangan sampai satu perilaku menghapus kerja baik banyak orang. Mari kita jadikan ini pelajaran. Kita hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, bukan untuk merendahkan pihak lain,” katanya.

Artikel terkait lainnya