DEMOCRAZY.ID — Insiden sepele namun sarat makna simbolik kembali memicu gelombang kritik di lingkar utama kekuasaan.
Kali ini, aksi Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Inf. Teddy Indra Wijaya yang secara santai menggeser mikrofon Presiden Prabowo Subianto di tengah jalannya rapat kenegaraan menuai sorotan tajam dari pengamat kebijakan publik, Muhammad Said Didu.
Peristiwa yang potongan videonya langsung viral di ruang digital tersebut membelah opini publik.
Di saat sebagian kalangan menanggapinya secara santai, tidak sedikit pihak yang memandang tindakan tersebut sebagai preseden buruk dalam protokoler kepresidenan.
Said Didu secara terbuka menilai tindakan memindahkan pengeras suara saat Kepala Negara masih aktif berbicara merupakan sebuah blunder fatal yang merusak marwah kekuasaan tertinggi di negeri ini.
Bahkan, ia melempar kecurigaan bahwa insiden tersebut bisa jadi merupakan bentuk kesengajaan dari internal istana untuk merusak citra Presiden Prabowo.
“Inilah contoh ‘gol bunuh diri’ yang sering dilakukan oleh pihak istana. Atau memang terjadi pembusukan di istana kepada Presiden @prabowo?” kritik Said Didu dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).
Menurut pengamatannya, tindakan intervensi fisik secara langsung terhadap Kepala Negara saat sedang berpidato atau memimpin rapat merupakan perilaku nir-lazim yang belum pernah terjadi pada era-era kepemimpinan sebelumnya.
Ia menilai keberanian Seskab Teddy melampaui batas kewajaran birokrasi.
“Betapa berkuasanya Seskab di negeri ini,” imbuhnya.
👇👇
Inilah contoh “gol bunuh diri” yang sering dilakukan oleh pihak istana.
Atau memang terjadi pembusukan di istana kepada Presiden @prabowo ?
Kejadian spt ini seharusnya tdk terjadi.
Kalau bukan pembusukan artinya bisa diulangi atau diedit.
Betapa berkuasanya Seskab di negeri ini. https://t.co/YYWJl6gbaP
— Muhammad Said Didu (@msaid_didu) September 8, 2026
Momen kontroversial tersebut terjadi tatkala Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas guna membahas penanganan darurat rentetan bencana alam nasional, mulai dari gempa bumi di Pulau Flores (NTT), kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah, hingga erupsi serentak empat gunung berapi dalam waktu berdekatan.
Sorotan kamera menangkap detik-detik ketika Prabowo sedang memperingatkan jajarannya agar kasus kebakaran hutan di Kalimantan tidak meluas hingga mengancam kawasan sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di tengah kalimat sang presiden, Seskab Teddy yang duduk tepat di sisi beliau tiba-tiba mengulurkan tangan menggeser mikrofon menjauh, sembari membisikkan sesuatu ke telinga kepala negara.
Berdasarkan narasi yang beredar, tindakan tersebut dilakukan Teddy untuk menyampaikan laporan darurat mendesak terkait eskalasi bencana gempa di NTT.
Mendapat bisikan tersebut, Presiden Prabowo tampak menghentikan sejenak arah pembicaraannya dan hanya mengangguk-anggukkan kepala.
Kendati demikian, aksi panggung yang tertangkap kamera itu kadung memantik polemik mengenai batasan etika birokrasi dan wibawa istana di hadapan publik.
teddy ngejauhin mic prabs setelah singgung karhutla di IKN
“yg perlu diperhatikan kebakaran deket IKN. kita harus kerahkan kekuatan lebih jgn sampai kebakaran itu sampai ke zona inti”teddy ngejauhin mic sambil ngejelasin sesuatu, prabs ngangguk-ngangguk aja pic.twitter.com/MrRyjWpCyn
Baca Juga— txtdrimedia (@txtdrimedia) September 7, 2026