Advokat Publik Sebut Ada ‘Kekuatan Kelima’ di Balik Serangan Bertubi ke Prabowo, Apa Itu?

DEMOCRAZY.IDAdvokat publik Munarman mengungkapkan adanya keberadaan “kekuatan kelima” yang bertindak sebagai mesin pembentuk opini publik, sehingga membuat posisi Presiden Prabowo Subianto sangat rentan digempur berbagai kritik.

Menurutnya, kekuatan tersebut merupakan kombinasi sinergis antara media, kampanye masif, lembaga survei, serta kehadiran “kabinet bayangan” yang secara konsisten menyoroti dan mengkritisi kebijakan pemerintah.

“Nah, itu bagian yang saya lihat tadi kekuatan kelimanya kan. Ya, itu tadi media dan kekuatan masyarakat sipil tadi itu melalui media kampanye media yang sangat masif ya dengan peran sebagai good cop tadi. Kemudian lembaga-lembaga surveinya ya kemudian apa namanya kritik-kritik ada kabinet bayangan sekarang ini kan,” ujarnya dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Jumat (28/8/2026).

Munarman menilai, kombinasi kekuatan tersebut membuat Prabowo nyaris selalu menjadi sasaran empuk dalam pusaran serangan opini publik.

“Prabowo itu salah sedikit dia pasti akan digebukin habisan dalam konteks opininya kan dan banyak sekali. Dan itu tidak ada antisipasi menurut saya, tim Prabowo menurut saya tidak sesiap timnya Gibran-Jokowi,” imbuhnya.

Ia bahkan menambahkan pandangannya bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bertindak sebagai aktor panggung, sementara mantan Presiden Joko Widodo tetap menggerakkan berbagai hal dari balik layar.

“Kalau saya kita sebutnya Gibran-Jokowi lah karena Gibran ini cuma ininya aja kan aktor depannya, aktor panggungnya di belakangnya kan dia tetap bekerja seperti itu,” tandasnya.

Isu Transisi Kekuasaan yang Kembali Mencuat

Sebagai informasi, dinamika ini sejalan dengan kembali mencuatnya isu bahwa Presiden Prabowo Subianto dikabarkan hanya akan menjabat selama dua hingga tiga tahun sebelum akhirnya digantikan oleh Gibran.

Isu serupa sempat mengemuka menjelang pemungutan suara Pilpres pada Februari 2024 silam, yang pertama kali dilontarkan oleh pengamat militer dan intelijen Connie Rahakundini Bakri.

Kala itu, Connie mengklaim dirinya sempat ditawari posisi wakil menteri dan diberi tahu mengenai skenario pembatasan masa jabatan Prabowo dalam sebuah pertemuan dengan Rosan Roeslani yang saat itu menjabat sebagai Ketua TKN Prabowo-Gibran.

Kendati demikian, Rosan secara tegas membantah klaim tersebut dan bahkan melaporkan Connie ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik.

Pihak Istana dan parpol koalisi pun berulang kali menegaskan bahwa pasangan Prabowo-Gibran berkomitmen penuh untuk merampungkan masa bakti kepemimpinan selama lima tahun penuh sesuai mandat konstitusi hingga 2029 mendatang.

Artikel terkait lainnya