DEMOCRAZY.ID – Seiring perkara penyadapan Presiden Prabowo Subianto yang diduga dilakukan oleh Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dugaan praktik antimeritokrasi dan penyalahgunaan kewenangan di lingkungan Polri mencuat.
Di korp baju coklat budaya birokrasi yang sehat telah mati, hingga membuat para polisi yang masih menjunjung tinggi profesionalisme jadi frustasi.
Sejumlah perwira disebut mendapat promosi jabatan instan karena kedekatan dengan Listyo Sigit Prabowo (LSP).
Sementara itu, perwira lain harus menerima kenyataan pahit, diparkir atau dimutasi ke daerah tanpa jabatan strategis.
Hal tersebut diungkapkan sumber internal yang mengetahui persoalan ini.
Ia menyebut praktik antimeritokrasi berlangsung secara masif selama kepemimpinan LSP sebagai pucuk pimpinan Polri.
“Di seluruh tingkatan, para perwira baik diparkir, tetapi para polisi buruk yang dekat dengan LSP cepat meroket. Ketidakadilan ini bikin frustasi,” ungkapnya di Jakarta, Jumat (6/21/2026).
Nama-nama yang disebut bersama LSP dalam perkara penyadapan adalah para perwira “ajaib” yang naik pangkatnya seperti membalik telapak tangan.
Letjen Ahrie Sonta Nasution meraih pangkat bintang satu pada 6 Oktober 2025 di usia 44 tahun.
Ia menjadi Brigjen pertama di angkatan 2001 bahkan melempaui para senior angkatannya.
Tahun berikutnya pada 2 Oktober 2025 ia kembali mendapat promosi sebagai Irjen di usia 45 tahun.
Maka ia menjadi bintang dua termuda sepanjang sejarah Polri.
Mungkia ia pintar, karena ia telah meraih gelar doktor ilmu kepolisian pada usia muda, namun ia memiliki kedekatan dengan Listyo dan berperan penting dalam urusan lain di luar kedinasan.
Nama berikutnya adalah Slamet Uliandi.
Ia sempat lama menjabat sebagai Kabagmon Robinopsnal Bareskrim Polri sejak selama 9 tahun sejak 2011.
Namun setelah makin dekat dengan LSP karirnya meroket.
Dalam tiga tahun Uliandi promosi dua kali, yaitu menjadi Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri (2020), dan Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polri (2021–2026).
Ordal LSP lainnya adalah Irjen Eko Hadi Santoso selalu mengisi berbagai posisi penting di bidang reserse.
Ia pernah menjadi Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya dan Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel, serta di TIK Polri.
Pangkatnya moncer berat saat menjabat Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri pada Maret 2025 sebelum promosi menjadi Irjen dan Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat I Bareskrim pada Agustus 2026.
Kemudian ia bergeser ke Sespim Lemdiklat Polri pada Oktober 2026.
Orang dekat LSP lainnya adalah Irjen Pipit Rismanto.
Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir pangkatnya tak berhenti naik.
Lulusan Akademi Kepolisian 1994 ini pada 2020 menjabat sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Tertentu (Wadirtipidter) Bareskrim Polri.
Setahun kemudian, ia langsung dipromosikan menjadi Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri.
Kemudian ia ditunjuk sebagai Kapolda Kalimantan Barat tahun 2023, lalu tahun ini ditunjuk menjadi Kapolda Jawa Barat.
Dari Jawa Barat ia ditugaskan sebagai Staf Ahli Menteri Hukum Bidang Politik dan Keamanan Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Namun sayang nama-nama tersebut harus menelan pil pahin menjadi tersangka yang dipastikan membunuh kariernya.
Anggota Gank Solo Bertebaran di Mana-ManaSaat ini masih banyak perwira bintang bersinar yang banyak dicemburui rekan-rekannya karena diduga naik pangkat karena orang dalam.
Mereka biasanya memiliki sejarah dengan Listyo Sigit sendiri atau pernah ditugaskan di Solo.
Lihat saja Kombes Gatot Yulianto, lulusan Akademi Kepolisian tahun 2000.
Pada Januari 2023, Gatot masih berpangkat AKBP dan menjabat Wakapolres Surakarta.
Ia memiliki kedekatan khusus dengan Listyo Sigit yang juga pernah ditugaskan di Solo, sebagai Kapolresta Surakarta pada 2011.
Kombes Gatot mengikuti Sekolah Pimpinan Polri pada 2023.
Di sekolah yang diimpikan semua perwira ini Gatot dapat dengan mudah masuk.
Ia disebut masuk tanpa tes, bahkan di saat pendidikan sudah berjalan.
Gatot dinyatakan lulus dan memperoleh kenaikan pangkat menjadi Kombes Pol.
Ia kemudian ditempatkan sebagai Kapolresta Pangkalpinang untuk periode 2023-2025.
Setelah itu Gatot naik menjadi Kapolresta Pangkalpinang pada 10 Januari 2023.
Sejak Juli 2025, Gatot menduduki jabatan Kabagjarlat Ditakademik Akpol Lemdiklat Polri.
Bisnis Ilegal, Perjudian, dan PerselingkuhanNara sumber Afu.id juga mengungkap dugaan keterlibatan sejumlah perwira dalam bisnis ilegal.
Nama Eko Hadi Santoso yang menjabat sebagai Direktur Narkoba Bareskrim Polri dan anggota Satgas Merah Putih, diduga diserahi urusan judi online dan narkoba.
Sumber ini mempertanyakan keberadaan Satgas Merah Putih yang disebut memiliki keterkaitan dengan kepentingan pemerintahan Joko Widodo.
“Satgas Merah Putih itu satgasnya Jokowi untuk kepentingan kotor,” ujarnya.
Sedangkan perwira tinggi gank Listyo lain yang namanya masih dirahasiakan, terseret dugaan korupsi dana Operasi Damai Cartenz yang nilai totalnya Rp400 mliar.
Ia disebut bekerja sama dengan mantan Kapolres Timika yang kini menjabat posisi strategis di Polda Papua.
Selain itu, ada juga nama Kombes H, yang menjabat posisi penting di Mabes Polri.
Di bagian lain ada polisi tak beruntung yang karirnya amblas.
Di antaranya Kombes Puji Prayitno yang dibuang jauh ke Sulawesi Barat selama delapan tahun tanpa jabatan.
Masalahnya, ia mencintai wanita yang sama dengan Listyo Sigit Prabowo, yaitu Vinna Ledy Anggraheni.
Vinna adalah wanita cantik kader Partai kebangkitan Bangsa (PKB) yang duduk sebagai Anggota DPRD Kota Bengkulu.