Dosen NTU Singapura Cium ‘Keretakan’ Prabowo-Jokowi: Ada Potensi Perlawanan Terbuka dari Solo!

DEMOCRAZY.ID — Bahaya perang terbuka di pusaran elit Istana kini tak lagi bisa ditutup-tutupi!

Hubungan politik Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan telah pecah kongsi total.

Persaingan sengit berebut pengaruh di lingkaran kekuasaan diprediksi bakal segera bereskalasi menjadi perang politik terbuka yang siap mengguncang dan menghancurkan sisa-sisa dinasti Solo.

Analisis menohok tersebut dibongkar langsung oleh Sosiolog dan Dosen Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Prof.

Sulfikar Amir, dalam wawancara mendalam di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Selasa (20/10/2026).

Retak Total: Bukan Lagi Goyang, Tapi Sudah Pecah!

Sulfikar menepis anggapan sejumlah pihak yang menyebut hubungan Prabowo dan Jokowi hanya sekadar merenggang.

Menurut pakar sosio-politik dunia ini, keretakan di antara kedua tokoh penguasa tersebut sudah terjadi secara mendasar dan tidak mungkin bisa disatukan kembali.

“Satu sisi ada Joko Widodo, sisi lain adalah Prabowo Subianto. Bukan sudah hampir retak, memang sudah retak!” tegas Sulfikar Amir secara lugas.

Meskipun Prabowo memenangkan Pilpres 2024 dengan memanfaatkan sebagian instrumen dan jaringan yang ditinggalkan rezim lama, posisi Prabowo kini sebagai Presiden memegang kedaulatan penuh dan kewenangan konstitusional tertinggi yang tak sudi terus-menerus didikte oleh mantan penguasa.

Prediksi Horor: Jokowi Bakal Serang Prabowo Secara Terbuka!

Pernyataan paling eksplosif dari Sulfikar adalah prediksinya mengenai manuver nekat yang bakal dilancarkan oleh kubu Solo.

Ketika seluruh pintu kompromi ditutup dan loyalisnya dilibas habis dari kabinet serta BUMN oleh Prabowo, Jokowi diprediksi bakal melancarkan serangan politik secara telanjang.

“Akan ada suatu masa di mana Jokowi akan menyerang Prabowo secara terbuka!” ungkap Sulfikar memperingatkan.

Ancaman serangan terbuka dari Jokowi ini dipandang sebagai bentuk kepanikan puncak menyusul kian terdesaknya posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akibat skandal ijazah fiktif, ancaman Hak Angket pemakzulan di DPR, serta pembersihan loyalis Solo di BUMN dan kementerian strategis.

Perang Elit Istana: Sapu Bersih Parasit Dinasti!

Sulfikar menilai bahwa benturan dua kepentingan besar ini akan meluluhlantakkan soliditas koalisi lama.

Jokowi yang merasa memiliki modal jaringan relawan dan modal politik sepuluh tahun berkuasa mencoba bertahan mati-matian.

Namun di sisi lain, Prabowo memegang kendali penuh atas hukum, militer, birokrasi, dan aparat penegak hukum untuk mengamankan arah pemerintahannya.

Rakyat kini menyaksikan babak akhir pertarungan kekuasaan: Ketika Presiden Prabowo bergerak makin tegas menegakkan kedaulatan Istana, manuver serangan terbuka dari kubu Solo justru akan menjadi pemantik yang mempercepat kehancuran dan pengadilan bagi seluruh dosa politik dinasti Jokowi!

[VIDEO]

Artikel terkait lainnya