Amien Rais Minta Prabowo Lobi Jokowi Agar Gibran ‘Mundur’ Demi Cegah Gelombang People Power!

DEMOCRAZY.ID – Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, melontarkan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto terkait eskalasi polemik keabsahan dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Amien mengkhawatirkan gejolak isu ijazah tersebut berpotensi memicu kemarahan publik yang tak terkendali hingga berujung pada ledakan sosial di tingkat nasional.

Pernyataan menohok Amien Rais mengemuka setelah Mahkamah Konstitusi (MK), dalam pertimbangan hukum atas gugatan perselisihan yang diajukan Denny Indrayana dkk., mengonfirmasi ketiadaan fisik ijazah setara SMA milik Gibran dalam dokumen pendaftaran yang diperiksa.

Perkembangan fakta hukum tersebut membuat Amien meminta Presiden Prabowo mengambil langkah politik tegas dengan mendesak Gibran secara sukarela mengundurkan diri dari kursi Wakil Presiden RI.

“Saya khawatirkan kalau kemarahan masyarakat sipil terus memanas akibat Gibran tidak mau mundur dan bisa mengarah pada titik ledak,” kata Amien Rais dalam tayangan di kanal YouTube resminya, dikutip Minggu (18/10/2026).

Amien mewanti-wanti agar Istana tidak meremehkan potensi gelombang penolakan publik yang dapat berkembang menjadi gerakan politik di luar parlemen.

Ia mengingatkan bahwa kekacauan sosial yang timbul akan berdampak langsung pada stabilitas pertahanan dan keamanan nasional.

“Jangan sampai ada ledakan sosial yang belum tentu bisa dijinakkan oleh aparatur keamanan dan pertahanan kita,” lanjut dia.

Lebih lanjut, tokoh senior reformasi itu menyarankan agar Presiden Prabowo segera membuka komunikasi politik secara langsung dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) guna membicarakan langkah penyelamatan stabilitas pemerintahan.

Menurut Amien, tanggung jawab politik tertinggi atas potensi gejolak people power berada di tangan Presiden Prabowo.

“Jadi masukan saya untuk Presiden Prabowo, Anda yang paling bertanggung jawab kalau sampai terjadi semacam people power. Yakinkan Jokowi, Mas Prabowo bahwa Gibran sudah waktunya mundur,” ungkap Amien Rais.

Selain mendesak pengunduran diri Gibran untuk meredam ketegangan publik, Amien menilai kinerja roda pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo justru bakal melaju jauh lebih efektif dan produktif tanpa kehadiran mantan Wali Kota Surakarta tersebut di dampingan eksekutif.

“Untuk Pak Prabowo, tiga tahun masa bakti Anda akan lebih produktif kalau Gibran di-drop saja, selesai,” imbuhnya.

Artikel terkait lainnya