IRONI! Proyek Motor Listrik BGN Rugikan Negara, Pejabat yang Meloloskan Anggarannya Malah Dijadikan Wamen oleh Prabowo

DEMOCRAZY.ID – Penulis kenamaan Tere Liye kembali melontarkan kritik pedas terkait dugaan penyimpangan anggaran dalam pengadaan ribuan unit motor listrik.

Melalui unggahan terbarunya di media sosial, ia menyoroti penampakan foto udara sebuah gudang penyimpanan yang dipenuhi motor listrik tak terpakai.

Tere Liye menyebut pengadaan motor listrik tersebut mencapai 24.000 unit dengan harga sekitar Rp40 juta per unit, dengan total nilai proyek menembus angka Rp1 triliun lebih.

Namun, ribuan unit kendaraan listrik yang diperuntukkan bagi program penunjang tersebut kini justru terbengkalai.

“Lihat foto ini dengan detail. Diambil dari langit. Inilah foto gudang penyimpanan motor listrik MBG. Lihat sisi-sisi di luar atap, yang berbaris kecil, itu motor listrik semua. Dulu dibeli sebanyak 24.000 dengan harga 40 juta per unit, total jenderal 1 triliun lebih,” tulis Tere Liye, dikutip dari unggahan di akun media sosialnya.

Ia mengkritik keras proses pengadaan yang ia sebut dipenuhi kejanggalan dan mengarah pada dugaan tindak pidana korupsi.

Tak hanya itu, Tere Liye juga menyentil dinamika jabatan publik di balik proyek tersebut.

“Sekarang motor listrik ini hanya teronggok bisu di gudang. Kasusnya masih diselidiki. Dan serunya, pejabat publik yang dulu konon meloloskan anggaran ini, yang dipecat, eh malah naik pangkat jadi wamen. Bayangkan sendiri seperti apa ugal-ugalannya proyek ini,” sambung pria yang juga dikenal sebagai akuntan ini.

Luky Afirman Dipecat Purbaya karena Loloskan Pengadaan Motor Listrik BGN

Luky Alfirman Jadi Wamenkeu Padahal Dipecat Menkeu Sebelumnya, Bukti Prabowo 'Beda Jalan' dengan Purbaya

Diberitakan sebelumnya, Luky Afirman jadi buah bibir usai dilantik wakil menteri keuangan (wamenkeu).

Luky dilantik sebagai wamenkeu oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Dia sebelumnya sempat dipecat Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Direktur Jenderal Keuangan pada April 2026.

Pencopotan itu dilakukan setelah muncul kisruh pengadaan 21 ribu motor listrik di Badan Gizi Nasional (BGN).

Kini Lucky kembali ke Kementerian Keuangan dengan jabatan yang lebih tinggi.

Sementara Purbaya sudah diganti dengan Suahasil Nazara.

Luky sendiri mengaku perasaannya campur aduk usai dilantik jadi wamenkeu.

“Kalau ditanya perasaan saya campur aduk. Excited, tapi juga ada kagetnya, berat yang pasti ya, Pak Menteri. Kemarin saya ada masa hibernasi, Pak Menteri,” kata Luky di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (1/10).

Meski mengakui tanggung jawab barunya cukup berat, Luky mengatakan dirinya tetap optimistis.

Ia merasa tantangan yang dihadapi Kemenkeu dapat ditangani jika dikerjakan secara bersama-sama.

“Saya yakin kita bersama-sama, kita tahu tantangan, karena saya juga orang keuangan, saya tahu tantangan yang kita hadapi seperti apa. Jadi saya yakin secara bersama, kalau kita lakukan bersama, itu akan bisa,” ujarnya.

Artikel terkait lainnya