DEMOCRAZY.ID – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan non subsidi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan mulai meresahkan masyarakat.
Dalam sepekan terakhir, warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM.
Kondisi tersebut diperparah dengan antrean kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU.
Antrean panjang tidak hanya membuat pengendara harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar SPBU.
Sejumlah pengendara mengaku harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya untuk mencari BBM yang tersedia.
“Kami menderita, waktu habis, sementara kita harus cari duit untuk makan anak istri di rumah,” keluh Ramzi saat ditemui saat mengantre BBM di salah satu SPBU di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jumat (11/9/2026).
🚨 KRISIS ENERGI MAKASSAR: BBM DAN GAS LANGKA‼️
Antrean BBM mengular 7 km di Jl. Perintis Kemerdekaan. 11/9
Warga juga mengantre gas LPG 3 kg hingga larut malam di Campagayya.
UMKM dan ibu rumah tangga terdampak. DPRD Sulsel menduga penyelundupan pasokan subsidi ke luar… pic.twitter.com/mXuY46IdXm
— RL (@RA_leather) September 11, 2026
Situasi ini menjadi persoalan serius, terutama bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk bekerja maupun pelaku usaha yang bergantung pada kelancaran distribusi BBM.
Kendaraan angkutan barang dan transportasi antarkota juga ikut terdampak karena antrean panjang membuat waktu perjalanan menjadi lebih lama.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran warga apabila kelangkaan BBM berlangsung dalam waktu yang lebih panjang.
Masyarakat berharap pemerintah bersama Pertamina segera mengambil langkah untuk memastikan pasokan BBM kembali normal.
Warga juga meminta agar distribusi BBM dilakukan secara merata sehingga tidak terjadi penumpukan antrean hanya di SPBU tertentu.
Selain berdampak terhadap aktivitas masyarakat, kelangkaan BBM dikhawatirkan dapat memicu efek lanjutan terhadap sektor ekonomi.
Ini apa emang bbm lagi langka atau gimana? niat nya mau isi pertamax tapi belum dateng jadi mau gamau isi pertalite dan antri nya panjang banget @bahlillahadalia @prabowo pic.twitter.com/5cSNGH9cEP
— Saa (@Satrrr__) September 7, 2026
Jika distribusi barang terganggu, biaya operasional kendaraan dapat meningkat dan pada akhirnya berpotensi memengaruhi harga barang di tingkat konsumen.
Masyarakat berharap persoalan ini segera mendapatkan penjelasan resmi, termasuk mengenai penyebab terganggunya pasokan serta langkah yang dilakukan untuk mengatasi antrean BBM di Makassar.
Pemerintah daerah dan pihak terkait dinilai perlu memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga agar aktivitas masyarakat tidak semakin terganggu.
Sementara itu belum lama ini, Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat pengguna sepeda motor berbahan bakar bensin untuk mulai mempertimbangkan peralihan ke kendaraan listrik.
Prabowo bahkan menyampaikan peringatan kepada masyarakat yang masih memilih menggunakan motor bensin.
Menurutnya, pengguna motor bensin akan merasakan sendiri perbedaan biaya operasional dibandingkan dengan motor listrik.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan ekosistem motor listrik nasional.
Prabowo mengatakan pemerintah telah melakukan perhitungan mengenai biaya penggunaan kendaraan listrik dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.
Hasilnya, biaya operasional motor listrik dinilai jauh lebih murah.
“Jadi nanti kalau masih ada yang pakai motor bensin yah rasain sendiri,” ujar Prabowo di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).
Prabowo menyebut penggunaan motor listrik dapat memangkas pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari secara signifikan.
Berdasarkan kalkulasi pemerintah, penghematan biaya operasional motor listrik dibandingkan motor bensin setidaknya mencapai 50 persen.
Bahkan, menurut Prabowo, penghematan tersebut berpotensi mencapai 70 persen.
“Tadi kita hitung memakai motor listrik dibandingkan motor bensin penghematannya minimal 50 persen, pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak minimal 50 persen. Bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya,” katanya.
Dengan biaya operasional yang lebih rendah, Prabowo menilai motor listrik dapat menjadi pilihan yang lebih ekonomis bagi masyarakat, terutama mereka yang menggunakan sepeda motor setiap hari.
👇👇
Jadi promosi Motor Listrik 😭
Presiden Prabowo Subianto melontarkan celetukan saat membahas peralihan dari motor bensin ke motor listrik. pic.twitter.com/bVTjHuHC7Q
— Info Jateng (@Jateng_Twit) August 13, 2026
Tak hanya mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik, pemerintah juga menyiapkan kemudahan untuk pembelian motor listrik nasional.
Prabowo mengatakan pembelian motor listrik nantinya akan diberikan skema yang lebih ringan bagi masyarakat.
Salah satunya berupa pembebasan uang muka atau down payment (DP).
Selain itu, pemerintah juga berencana memangkas bunga cicilan sehingga masyarakat dapat memperoleh motor listrik dengan beban pembiayaan yang lebih rendah.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong penggunaan kendaraan listrik sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.
Prabowo berharap semakin banyak masyarakat yang beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik.
Menurutnya, peralihan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan energi, tetapi juga dapat memberikan penghematan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.