Ditanya Soal Sisa Makanan MBG, Jawaban Kepala BGN Bikin Publik Garuk Kepala!

DEMOCRAZY.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mendapatkan sorotan usai pernyataannya ke publik.

Sorotan ini ditujukan ke Sudaryono karena jawaban yang diberikannya soal pertanyaan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dianggap membingungkan.

Ia mendapatkan pertanyaan dalam sebuah rapat terkait makanan sisa dari program MBG.

Dengan alasan orang tua tidak mengizinkan anaknya mengonsumsi.

Pertanyaannya adalah makanan sisa ini kemudian mau diapakan.

Apakah dikembalikan, disimpan atau bahkan dibuang.

Begitu juga dengan contoh jika sebuah sekolah ada yang melakukan penolakan program ini sebesar 40 persen tapi masih ada yang mau menerima sebesar 60 persen.

Langkah apa yang coba dilakukan. Mendapatkan pertanyaan tersebut, Sudaryono yang tampak bingung di potongan video di media sosial memberikan penjelasannya.

Ia mengatakan untuk semua sekolah berlaku aturan, jika menolak semua menolak.

Dan sebaliknya jika semua menerima maka semua mendapatkannya.

“Sampai saat ini, itu adalah kalau sekolah itu sekolah negeri kalau iya, iya semua. Kalau tidak, tidak semua,” katanya.

Kepala BGN ini kemudian lanjut memberi penjelasan.

Hanya saja, penjelasan yang diberikan ini justru berulang dari apa yang disebutkan sebelumnya.

“Karena kalau ini kan masalah, memang kita terkait itu ya,” tuturnya.

“Memang kalau ada satu dua misalnya keputusannya adalah saya sampaikan kalau iya, iya semua. Kalau tidak, tidak semua,” jelasnya.

Dia kemudian memberikan contoh dari jawabannya itu.

Dimana, tidak boleh ada yang makan sendiri atau sebaliknya tidak makan sendirian.

Karena alasan ini, program MBG ini hadir di dunia sebagai langkah untuk bersikap arif.

Dan kehadiran program dari Presiden Prabowo Subianto ini tegas dikatakannya bukan masalah selera, suka atau bahkan tidak suka.

“Tidak mungkin dalam satu sekolah itu semua ada yang teman makan kemudian dia tidak makan sendiri. Atau dia makan sendiri temannya semua tidak makan,” paparnya.

“Itu saya kira kita harus arif juga dalam pendidikan ini ya bukan hanya masalah suka apa tidak suka,” terangnya.

👇👇

Artikel terkait lainnya