“Benar atau Cuma Isu Belaka?” Eks Menteri Angkat Bicara Soal Prabowo Berada di Bawah Kendali Jokowi

DEMOCRAZY.ID – Ketua Umum PROJO Budi Arie Setiadi menilai Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) merupakan dua pemimpin yang sama-sama mengutamakan kepentingan negara dan rakyat.

Pernyataan itu disampaikan Budi Arie saat menjadi narasumber dalam Podcast Hendri Satrio Official.

Ia diminta menanggapi dinamika hubungan Prabowo dan Jokowi, termasuk isu yang menyebut kedua tokoh tersebut berpotensi berbeda secara politik.

Budi Arie mengatakan hubungan Prabowo dan Jokowi tidak semestinya selalu dilihat dari kepentingan politik pribadi.

“Ini adalah pemimpin-pemimpin yang mengedepankan kepentingan negara dan rakyat,” kata Budi Arie dikutip pada Senin (21/9/2026).

Ia juga menceritakan pengalamannya ketika berada di pemerintahan Prabowo.

Menurutnya, selama menjadi bagian dari pemerintahan, ia melihat Prabowo memiliki perhatian terhadap kepentingan bangsa dan negara.

“Saya sempat jadi pembantunya Pak Prabowo. Saya lihat beliau ini orang yang sangat konsen,” ujarnya.

Budi Arie mengatakan hal serupa juga berlaku bagi Jokowi.

Ia menilai kedua tokoh tersebut memiliki orientasi terhadap kepentingan nasional.

“Kalau dihitam itu dadanya merah putih. Begitu juga Pak Jokowi. Enggak ada kepentingan lain,” katanya.

Budi Arie juga mengingatkan agar para pemimpin bangsa tidak dipertentangkan hanya karena memiliki perbedaan pandangan politik.

Menurutnya, setiap pemimpin memiliki tugas dan waktunya masing-masing dalam perjalanan bangsa.

“Makanya saya juga kadang-kadang sedih kalau pemimpin-pemimpin bangsa kita ini diadu domba,” tutur Budi Arie.

Ia menilai perbedaan pandangan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi.

Karena itu, perbedaan pilihan politik seharusnya tidak menghilangkan rasa saling menghormati.

Budi Arie mengatakan dirinya tetap menghormati sejumlah tokoh yang memiliki latar belakang dan pilihan politik berbeda, termasuk Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

“Saya tetap hormat sama Pak SBY dan Bu Mega. Apalagi saya dulu pernah jadi pejuang ’98,” ujarnya.

Lebih lanjut, Budi Arie mengatakan perbedaan politik tidak seharusnya menjadi alasan untuk memusuhi pihak lain.

Menurut dia, perbedaan pendapat dalam politik merupakan sesuatu yang biasa terjadi.

Yang lebih penting adalah menjaga prinsip kehidupan berbangsa dan demokrasi.

“Kalau soal politik ya sudahlah, beda-beda pendapat kan biasa,” katanya.

Ia mengatakan sikap tersebut juga menjadi dasar dirinya dalam menyuarakan pentingnya menjaga demokrasi di tengah dinamika politik nasional.

“Prinsip dan pernyataan saya itu prinsip. Saya mau jaga demokrasinya,” ujar Budi Arie.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Arie juga menanggapi isu yang menyebut Prabowo berada di bawah pengaruh atau kendali Jokowi.

Ia menilai narasi tersebut hanya berupa spekulasi yang berpotensi mempertentangkan kedua tokoh.

“Itu gosip-gosip aja, mengadu domba Pak Jokowi sama Pak Prabowo,” katanya.

Budi Arie mengatakan Jokowi tidak akan memaksakan pandangannya kepada Prabowo.

Menurutnya, Jokowi akan menyampaikan pendapat apabila memang dimintai pandangan.

“Pak Jokowi kalau enggak dimintain pendapat juga enggak mengaruh pendapat,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat melihat hubungan dan dinamika politik kedua tokoh secara utuh, bukan berdasarkan asumsi maupun potongan informasi.

“Orang aja bayang-bayang. Ada bayang-bayang dibilang bayang-bayang. Enggak lihat gambar utuh,” kata Budi Arie.

Budi Arie pun mengajak masyarakat untuk melihat dinamika politik secara proporsional dan tidak mudah terpengaruh narasi yang mempertentangkan para pemimpin bangsa.

Menurutnya, perbedaan pilihan dan pandangan merupakan bagian dari demokrasi.

Namun, kepentingan negara dan rakyat tetap harus menjadi orientasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

[VIDEO]

Artikel terkait lainnya