Peta Politik Menuju 2029 Mulai Panas: Pasangan Prabowo Wajib ‘Waspada Penuh’ Terhadap 11 Tokoh Kuat Ini!

Signature: 2V9sjHxKW/3TAnQyHTGUdzSmHFxDVWX+5LBLXM1HzPYMhFQGpQLUF99rllUU3pHr/NLZbLoDDSXjDFWua9ANVudxlv9U22n26GKpozutysjqE6WyqOQae0kLIiiS3yIUdusP+oM955Pv3wLEO02hdNiYNbjS8UEZFY23NDjZSEHkod1XOgh4WT8MDFiYXhwvg6yVkzkfiq745xYwKeRhSqBhNpie1c1XEVgdz2T72t6+e3i1NfEbdRcrzgKuvLmP1MhNt0S4UQIRkbitKlNjbg+/AS8YRKOsH9/vPB5nge9r7ZVLjscyID0PwgD5KkD5BIgAMrCc0rPIM6rvxRKEAzdOlkd2R3D9srmydQCtBV0waP+Akta/Fr1uOHcAyyPEclQB0Td+yW5k0nwPhs8wUBgEOkeMs9Qru2qWQz9OPjyQuoWcokt2I1oElnUDQmgtX8Wh6bf0Ay3NKYYQk+asmHZMQ7KAICoidO9ivPF+xfITCAoj/fnYL7JtoJFWv1DxclsWZAQqQoTXZTvliX1ylQ4/rJQnkC3P4p4tITsz2kzXBLTvCzkh6W6eRod2yPO8J6yEKCXuPXY/WkQC2W+5vBttDRRoCMAzJXGYpELUTk7LcL9817OGD5M/eTr6arqBoMed6c0lL6GluTCmNtcOyu8TMGiCeIZdsqfReQB50JL34L7ga95KhpKKhVGi29cNVB2whjvo53Z2r/fY0AF5a8jQoMoBQjAhP7LA+ARzI3vVHLx9mwTGs3WoQU3OG0o6AwUCne9VVQnpub65q+4HRIxy3pj6h+5TKByctpG1DBSo577jtAvdG7t+GO5hZdR6GqDzkQ84UPd4xB0NTtXl8i/zudcbZAIv+bC6+f5j7NAUqoNbf+Odwuov8RAd5uPmDRajq5HdB1gsaYU1tKFv3ATwLnM/5P1/kwa/xYcHYORZ9ZK1rA1+6B2Ye9Z5j9gNZEFI7meFb+FhDDbqvcIuJwOKkA5PBlr+PH6ithnSGCA=

DEMOCRAZY.ID — Peta persaingan menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai memanas dan jadi sorotan para elite politik.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, secara terbuka mengingatkan bahwa sukses tidaknya program-program strategis nasional—khususnya program andalan Makan Bergizi Gratis (MBG)—akan menjadi penentu nasib politik Presiden Prabowo Subianto untuk kembali memegang kendali kepemimpinan di periode kedua.

Melalui akun X pribadinya pada Kamis (17/9), Dedy menilai bahwa siapa pun figur yang nantinya digandeng mendampingi Prabowo bakal memikul beban berat jika fondasi program strategis saat ini gagal dieksekusi dengan tuntas.

“Kalau menurut saya, siapa pun pasangan Prabowo Subianto di tahun 2029 akan sangat berat jika program-program strategis nasionalnya tidak segera di bereskan,” tulis Dedy.

Sebaliknya, jika program mercusuar seperti MBG benar-benar dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat, loyalitas akar rumput diyakini bakal mengalir deras.

“Kalau program seperti MBG benar-benar di bereskan, maka rakyat Indonesia akan dengan hati memilih beliau untuk periode ke dua,” imbuhnya.

Bursa Penantang 2029: Dari Wajah Lama hingga Kandidat Kejutan

Namun, jika eksekusi program tersebut meleset dari target, gerbang kontestasi dipastikan terbuka lebar bagi barisan penantang baru yang membawa narasi perubahan.

Dedy memetakan sejumlah nama kuat yang dinilai berpotensi meramaikan bursa Pilpres 2029, mulai dari menteri, ketua umum partai, kepala daerah, hingga figur-figur yang tengah naik daun.

Deretan nama tersebut meliputi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga figur kepala daerah perempuan asal Maluku Utara, Sherly Tjoanda.

“Ada AHY, ada KDM, ada Pramono, ada Anies, ada Ganjar, ada Ahok, ada Purbaya, ada Muhaimin, ada Bahlil, ada Gibran, dan ada politisi perempuan dari Timur yang juga sedang bersinar,” ungkap Dedy.

Melihat konfigurasi tersebut, dinamika lima tahunan ke depan diyakini bakal menyajikan lanskap perpolitikan yang jauh lebih kompetitif dengan hadirnya gelombang kontestan baru yang berambisi merombak arah bangsa.

“Jadi, tahun 2029 adalah tahun di mana ada begitu banyak wajah baru yang bersemangat ingin membereskan problem Indonesia sebagai bangsa. Artinya demokrasi Indonesia sedang bersemangat,” tandasnya.

Artikel terkait lainnya