Rocky Gerung Bongkar Akar Masalah Citra Pemerintah Anjlok: Ulah 3 Menteri Bodoh Ini!

DEMOCRAZY.IDPengamat politik Rocky Gerung menyoroti maraknya pemberitaan negatif mengenai pemerintah.

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menggerus bahkan meruntuhkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Rocky menyampaikan hal itu saat membahas pemberitaan mengenai berbagai aktivitas dan kebijakan pemerintah.

Ia bahkan meminta jurnalis dan netizen tetap memperhatikan dampak pemberitaan terhadap persepsi publik.

“Tolonglah jurnalis jangan beritakan hal-hal yang buruk,” kata Rocky Gerung.

Menurutnya, pemberitaan buruk tetap dapat menjadi bahan evaluasi.

Namun, ia mengingatkan agar hal tersebut tidak sampai membuat kepercayaan publik terhadap pemerintah runtuh.

“Itu bagus betul. Cuman jangan sampai kepercayaan publik pada pemerintah itu hancur, runtuh,” jelasnya.

Rocky Sebut Sumber Berita Buruk Berasal dari Pemerintah

Di sisi lain, Rocky justru menilai sumber utama yang membuat citra pemerintah memburuk bukan berasal dari jurnalis maupun masyarakat sipil.

Menurutnya, sejumlah pejabat pemerintah justru menjadi sumber munculnya pemberitaan negatif, baik melalui pernyataan maupun kebijakan yang mereka keluarkan.

“Tetapi sebaliknya yang membuat kepercayaan publik ke pemerintah itu runtuh itu bukan netizen, bukan masyarakat sipil,” sebutnya.

“Tapi Bahlil, Zulhas (Zulkifli Hasan), Raja Juli,” tuturnya.

Rocky menilai para pejabat tersebut semestinya mendapat teguran karena pernyataan maupun kebijakan mereka dinilai dapat memengaruhi persepsi publik terhadap pemerintah.

Pejabat Dinilai Perlu Ditegur

Rocky mengatakan pejabat yang dianggap menjadi sumber buruknya citra pemerintah perlu mendapat evaluasi dan teguran.

“Jadi, mereka sebetulnya mesti ditegur karena mereka yang memburukkan persepsi pemerintah,” jelasnya.

Menurut Rocky, pemberitaan negatif yang muncul dari jurnalis maupun netizen sulit dicegah apabila sumber persoalannya justru berasal dari pemerintah sendiri.

“Jadi, netizen tidak mungkin dicegah memberitakan hal-hal yang buruk. Netizen pasti akan memberikan hal yang baik bila tidak ada yang mendahului atau bahkan melampaui berita baik itu,” pungkasnya.

Artikel terkait lainnya