DEMOCRAZY.ID – Pakar komunikasi politik sekaligus Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga, Henri Subiakto, menyatakan sepakat dengan pandangan eks Wamenkumham Denny Indrayana yang menyinggung sikap Jokowi selama dan setelah menjabat sebagai presiden.
Pandangan tersebut berawal dari pernyataan Denny mengenai keberadaan relawan Jokowi.
Menurutnya, relawan semestinya muncul ketika seseorang masih berstatus calon presiden karena saat itu terdapat kompetisi politik.
Namun, menurut Denny, situasinya berbeda ketika seseorang telah terpilih menjadi presiden.
“Dalam sejarah Republik baru sekali ini ada Presiden punya relawan. Pada saat jadi Capres, pada saat Presiden. Relawan itu ada pada saat Capres, pada saat adanya kompetisi. Begitu jadi Presiden berarti dia Presiden seluruh rakyat Indonesia,” kata Denny Indrayana dalam tayangan video yang dikomentari Henri.
Denny kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan konsep seorang negarawan.
Menurutnya, seorang negarawan seharusnya menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan keluarga maupun kepentingan pribadi.
“Jangankan setelah selesai. Masih jadi presiden beliau punya relawan. Setelah selesai (menjadi presiden) beliau masih punya relawan. Negarawan adalah sosok yang meletakkan kepentingan negara di atas keluarga dan pribadinya,” ujarnya.
Ia bahkan membawa persoalan ijazah palsu yang turut menyeret nama Jokowi ke dalam argumennya.
Menurut Denny, persoalan tersebut berkaitan dengan kepentingan pribadi.
“Dalam kasus ijazah palsu itu adalah kepentingan pribadi,” lanjut dia.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dari Henri Subiakto.
Ia mengaku memahami argumentasi yang disampaikan Denny, terutama ketika membicarakan posisi Jokowi dalam persoalan yang berkaitan dengan Gibran Rakabuming Raka, putranya yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden.
“Saya memahami argumentasi Prof Deny Indrayana yg melihat Pak Jokowi bukanlah negarawan saat terkait urusan Gibran dan sikapnya dalam urusan ijazah palsu,” tulis Henri Subiakto di akun X, dikutip Senin (24/8/2026).
Henri bahkan secara terbuka menyatakan pandangan Denny mengenai relawan Jokowi sesuai dengan pemikirannya.
Ia menyoroti keberadaan kelompok pendukung yang menurutnya tetap ada sejak Jokowi masih menjadi calon presiden hingga setelah tidak lagi menduduki kursi kepresidenan.
“Apalagi saat bicara tentang relawan alias buzzer pak Jokowi yang sudah ada saat masih calon presiden, saat sudah jadi presiden, dan setelah jadi mantan presiden,” tambah dia.
👇👇
Saya memahami argumentasi Prof Deny Indrayana yg melihat pak Jokowi bukanlah negarawan saat terkait urusan Gibran dan sikapnya dalam urusan ijazah palsu. Apalagi saat bicara tentang relawan alias buzzer pak Jokowi yang sudah ada saat masih calon presiden, saat sudah jadi… pic.twitter.com/7xG16UE9eP
— Henri Subiakto (@henrysubiakto) August 23, 2026
Sorotan Henri tersebut membuat pernyataan Denny mengenai status negarawan Jokowi kembali menjadi perbincangan.
Terlebih, isu tersebut tidak hanya dikaitkan dengan keberadaan relawan, tetapi juga dengan sikap Jokowi dalam persoalan yang menyangkut Gibran serta polemik mengenai dugaan ijazah palsu.