DEMOCRAZY.ID – Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi terkait pemberantasan korupsi di lingkaran ring satu Istana merupakan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Fernando, pesan Budi Arie menunjukkan bahwa komitmen pemberantasan korupsi di pemerintahan Prabowo harus dimulai dari lingkungan terdekat Presiden, termasuk lingkaran pertama dan para pembantunya di Kabinet Merah Putih.
“Prabowo tidak akan bisa melakukan pemberantasan korupsi kalau para elite yang ada di pemerintahannya masih belum bebas dari korupsi,” kata Fernando.
Fernando menduga Budi Arie memahami pihak-pihak di sekitar kekuasaan Prabowo yang perlu mendapat perhatian terkait isu pemberantasan korupsi.
Karena itu, dia meminta setiap informasi atau data mengenai dugaan praktik korupsi di lingkungan kekuasaan segera ditindaklanjuti.
“Sepertinya Budi Arie sangat mengetahui siapa saja elit di lingkaran kekuasaan Prabowo Subianto yang harus copot karena dianggap karena tidak bersih dari kasus korupsi,” tambahnya.
Ia menambahkan, jika Budi Arie memiliki data dan informasi mengenai pihak-pihak di lingkaran kekuasaan yang diduga terlibat korupsi, Fernando menilai Presiden Prabowo perlu segera melakukan evaluasi dan bersih-bersih.
“Kalau Budi Arie memiliki data dan informasi terkait siapa saja yang ada di lingkaran kekuasaan yang harus dibersihkan karena melakukan korupsi, Prabowo juga harus segera melakukan bersih-bersih dari orang-orang di sekitarnya yang masih melakukan korupsi,” ujarnya.
Fernando mengatakan langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo.
Menurut dia, persepsi masyarakat terhadap pemerintah dapat semakin memburuk apabila pemberantasan korupsi tidak dilakukan secara serius dan justru mengabaikan dugaan korupsi di sekitar pusat kekuasaan.
“Apalagi sekarang ini berdasarkan hasil survei tingkat kepuasan dan kepercayaan masyarakat sudah jauh menurun,” jelasnya.
Dia menilai pernyataan Budi Arie menjadi penting karena disampaikan di tengah kondisi kepercayaan dan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah yang disebutnya mengalami penurunan.
“Saya kira ungkapan yang disampaikan oleh Budi Arie merupakan peringatan keras terhadap Presiden Prabowo Subianto,” kata Fernando.
Sebelumnya, Budi Arie menyampaikan pesan keras mengenai komitmen pemberantasan korupsi di lingkungan pemerintahan Prabowo.
Dia menilai pemerintah tidak dapat mengklaim diri sebagai pemerintahan antikorupsi apabila praktik korupsi masih dibiarkan terjadi di sekitar elite kekuasaan.
Pernyataan itu disampaikan Budi Arie saat memberikan pidato dalam peringatan HUT ke-12 Projo di kantor DPP Projo, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026).
“Enggak bisa ngomong pemerintahan antikorupsi kalau membiarkan praktik-praktik korupsi di sekitar elite-elite pemerintahan,” kata Budi Arie.
Dalam kesempatan tersebut, Budi Arie juga menegaskan dukungan Projo terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Meski demikian, dia menekankan pentingnya menjaga lingkungan kekuasaan dari praktik korupsi.
Menurut Budi Arie, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penindakan terhadap pelaku.
Pemerintah juga perlu memastikan lingkungan di sekitar pusat kekuasaan tidak menjadi ruang berkembangnya praktik korupsi.