DEMOCRAZY.ID – Eks Menkopolhukam Mahfud MD menyebut banyak hal yang harus diatasi karena menghambat kemajuan kemerdekaan Indonesia.
Dia menyinggung koruptor dan penjual gorengan.
Mahfud MD menyebut dusta, jika menyebut Indonesia saat ini baik-baik saja.
Sebab, masih banyak hal yang menghambat kemajuan.
Mahfud MD mengatakan korupsi saat ini terjadi secara horizontal dan vertikal, yang jauh lebih masif dibandingkan zaman Orde Baru.
Dia mengungkapkan korupsi sekarang terjadi di eksekutif, legislatif, yudikatif, badan-badan, departemen, ombudsman, KPU.
“Pada zaman Orde Baru, korupsi hanya di kamar kecil eksekutif. Sekarang, sudah jauh lebih buruk,” katanya, dikutip dari Youtube pribadinya, Jumat (21/8).
Mahfud MD menyoroti peristiwa seorang ibu yang sudah tua, menjual gorengan yang nilainya kemungkinan sekitar Rp 150 ribu.
Ibu itu diusir dan ditendang Satpol PP, karena menawar-nawari. Padahal, ibu tersebut hanya ingin berjualan untuk mencari makan.
“Bagaimana negara semacam ini? Tidak memberi perlindungan hukum ke orang yang mencari makan. Pejabat korupsi, dilindungi,” ujarnya.
Mahfud MD juga menyinggung perilaku kalangan elite yang memperlihatkan gaya hidup hedon dan flexing.
Pada satu sisi, para elite berteriak mengenai perlunya hidup sederhana demi rakyat, pemerataan, dan empati.
“Kalangan elite secara munafik berteriak hidup sederhana. Pada sisi yang lainnya, berpesta sampai ke luar negeri hanya untuk berfoya-foya,” ucapnya.
Eks Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan dusta, jika menyebut Indonesia yang menginjak usia kemerdekaan 81 tahun saat ini baik-baik saja.
Mahfud MD mengatakan selama 81 tahun Indonesia merdeka, memang sudah banyak kemajuan yang harus disyukuri.
“Karena kemerdekaan, kita maju dengan baik. Setiap periode kepemimpinan selalu menambah kemajuan, meski ada kekurangannya,” katanya, dikutip dari Youtube pribadinya, Jumat (21/8).
Dia mengutip pernyataan Presiden ke-1 RI Soekarno yang menyebut kemerdekaan adalah jembatan emas yang mengantarkan bangsa ke Indonesia emas.
“Indonesia emas yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur, yang kalau tidak ada halangan, dicapai pada 2045,” ujarnya.
Mahfud MD menyampaikan bangsa Indonesia, juga harus instropeksi. Dia menilai masih banyak yang harus diatasi, karena menghambat kemajuan.
Dia menyebut capaian kemerdekaan sangat lambat, karena terhambat maraknya korupsi, lemahnya penegakan hukum, kesewenangan-wenangan, dan gaya hidup hedon.
Mahfud MD mengungkapkan korupsi saat ini terjadi secara horizontal dan vertikal, yang jauh lebih masif dibandingkan dengan Orde Baru.
Dia mengatakan korupsi sekarang terjadi di tingkat pusat hingga kelurahan, sedangkan zaman Orde Baru, hanya di kamar kecilnya eksekutif.
“Sekarang korupsi di eksekutif, legislatif, yudikatif, badan-badan, departemen, ombudsman, KPU ikut korupsi. Jauh lebih buruk, dibandingkan zaman Orde Baru,” ucapnya.