Doa Menag di HUT ke-81 RI Banjir Sorotan: Sarat Pujian Untuk Pemerintah Tapi Luput Sebut Korban Bencana NTT!

DEMOCRAZY.ID – Doa Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI di Istana Negara, Jakarta disorot. Berisi statistik pujian terhadap pemerintah.

“Beneran kaget di dalam doa ada angka statistik dan pujian pemerintah,” kata Pegiat Media Sosial, Arif Zulfikar, dikutip dari unggahannya di X, Selasa (18/8/2026).

Dia menyentil sejumlah poin. Seperti ucapan syukur atas ikhtiar presiden dan wapres, program strategis yang dirasakan manfaatnya, hingga puncak kerukunan sosial keagamaan 77,85 persen.

Di sisi lain, Arif menanyakan ucapan bela sungkawa terhadap korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Doa buat korban bencana mana? Doa buat menjaga lisan mana?” pungkasnya.

Doa Menag

Berikut ini doa lengkap Menag saat perayaan HUT RI ke-81 di Istana Negara, Jakarta:

Ya Allah, Ya Hamid, puji syukur kami panjatkan kehadiratmu karena pada pagi hari yang sangat cerah ini segenap warga bangsa kami sedang memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan yang ke-81 atas restu dan pertolonganmu lah maka bangsa kami bisa meraih kemerdekaan itu.

Hambamu juga bersyukur karena di bawah presiden kami, Bapak Haji Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dilakukan berbagai ikhtiar yang sungguh-sungguh untuk mewujudkan cita-cita keadilan dan kesejahteraan sosial melalui berbagai program strategis yang kini sudah dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

Semuanya itu dimungkinkan karena engkau juga telah menganugerahkan puncak kerukunan sosial keagamaan tertinggi 77,85 persen yang belum pernah dicapai sepanjang sejarah bangsa ini.

Ya Allah, Ya Syakur, engkau telah menjanjikan kami jika kalian bersyukur pasti kami akan menambah nikmat kalian.

Kiranya rangkaian acara proklamasi kemerdekaan ini menjadi tanda syukur akan kemerdekaan yang engkau anugerahkan kepada bangsa kami.

Kami mohon kiranya engkau terus membantu kami mengisi kemerdekaan ini dengan berbagai prestasi unggul kepada putra-putri bangsa kami.

Ya Allah, Ya Sama’ad-Du’a’, engkau juga telah menjanjikan kami berdoa kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan bagimu.

Kami mohon kepada-Mu jauhkanlah kami dari berbagai fitnah, bencana, dan perpecahan yang dapat melemahkan sendi-sendi kekuatan bangsa kami.

Seandainya hari ini hanya engkau akan menerima satu doa, maka kabulkanlah doa pemimpin negeri kami karena doanya pasti akan berdampak kepada segenap dan seluruh warga bangsa dan negerinya.

Ya Allah, Ya Nasir, masih panjang jalan yang harus kami tempuh, masih besar tantangan yang kami hadapi, masih banyak tanggung jawab yang harus kami emban.

Namun engkau selalu menghibur kami dengan janji-Mu:
Wa may yattaqillaha yaj’al lahu makhrajan, wa yarzuq-hu min haysu la yahtasib.

Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Tanamkanlah ketakwaan dan keluhuran niat kepada kami semua agar dapat dengan mudah melewati berbagai tantangan di hadapan kami.

Ya Allah, Ya ‘Afu, Ya Gafur, perkenankanlah kami untuk selalu mengenang dan mendoakan para leluhur, para pahlawan kusuma bangsa yang gugur untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa kami.

Semoga mereka semua yang engkau maksud di dalam firman-Mu:

Wa la tahsabannallazina qutilu fi sabilillahi amwata, bal ahya’un ‘inda rabbihim yurzaqun.

Janganlah kalian mengira orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sesungguhnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.

Kami sangat mendambakan dari-Mu, Ya Allah, kiranya bangsa kami engkau tuntun menjadi contoh baldatun ṭayyibatun wa rabbun gafur, negeri indah penuh berkah, negeri gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja.

Rabbanaghfir lana zunubana wa israfana fi amrina wa sabbit aqdamana wansurna ‘alal-qaumil-kafirin.

Artikel terkait lainnya