Putuskan Mundur dari Polemik Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Siapkan Rencana Besar!

DEMOCRAZY.ID — Babak baru dalam pusaran polemik ijazah kontroversial mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo akhirnya menemui titik belok.

Salah satu figur paling vokal yang selama ini menjadi motor penggerak isu tersebut, Dokter Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, secara terbuka menyatakan mundur dari garis depan investigasi dan memilih menarik diri dari keriuhan polemik yang telah lama menguras energinya.

Dokter Tifa Pilih Pensiun Dini dari Perburuan “Ijazah Palsu”

Di tengah gelombang ketegangan hukum yang belum surut, Dokter Tifa memastikan bahwa dirinya tidak lagi berniat aktif mengejar, mengusut, ataupun mengembangkan polemik seputar asli atau tidaknya dokumen akademik Jokowi yang selama ini menjadi panggung utamanya.

Ke depan, ia memilih untuk memasang batas tegas dan hanya akan terlibat apabila kehadirannya benar-benar dibutuhkan secara formal di dalam ruang sidang pengadilan.

“Saya insya allah akan terus bersedia menjadi ahli maupun jadi saksi fakta bagi pengadilan-pengadilan yang menyedangkan kasus ijazah ini,” ujar Tifa, dikutip Kamis (6/8/2026).

Keputusan untuk mengerem keterlibatan ini diambil karena ia ingin kembali fokus sepenuhnya menekuni bidang keilmuan kesehatan yang selama ini menjadi latar belakang profesionalnya.

Setelah bertahun-tahun menghabiskan waktu dan tenaga bergulat di kancah pertarungan politik ijazah, Tifa merasa sudah saatnya melangkah kembali ke habitat aslinya.

“Tetapi untuk saya sendiri, saya harus berjalan, saya harus melangkah kepada domain-domain yang selama ini juga sudah saya tekuni,” ucapnya.

Sebagai langkah awal kembalinya ia ke dunia akademik dan kesehatan, Tifa mengaku tengah merampungkan sebuah proyek penulisan buku baru yang mengupas tuntas kontroversi vaksin.

Proyek tersebut sekaligus menandai titik balik konsentrasinya murni pada sains dan dunia medis.

“Buku kontroversi vaksin ini menjadi sebuah momentum bagi saya untuk menjerah dan kita kembali kepada domain keilmuan saya yaitu ilmu kesehatan,” katanya.

Sisa Taring Praperadilan di Ujung Jalan

Kendati menyatakan mundur dari peran pengusutan aktif di ruang publik, langkah hukum terakhir yang kadung dilayangkan Dokter Tifa tetap berjalan di atas rel yudisial.

Berdasarkan penelusuran pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, permohonan praperadilan resmi diajukan oleh Tifa pada Senin, 3 Agustus 2026.

Gugatan tersebut tercatat di bawah nomor perkara 132/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL.

Gugatan ini secara spesifik diklasifikasikan sebagai pengujian atas sah atau tidaknya penghentian penuntutan, dengan pihak termohon yang diseret ke meja hijau meliputi Kejaksaan Agung cq Kejati DKI Jakarta cq Kejari Jakarta Selatan.

Dengan manuver hukum terakhir tersebut di tangan, langkah Dokter Tifa di kancah kontroversi politik kini resmi menyusut ke dalam koridor ruang sidang, sementara panggung polemik luar pengadilan ditinggalkannya untuk kembali meracik narasi di dunia kesehatan.

Artikel terkait lainnya