Ekonom Senior Anthony Budiawan: Jokowi Membeli Orang-Orang untuk Mendukungnya, Kelakuannya Persis Penjajah!

DEMOCRAZY.ID – Ekonom Anthony Budiawan melontarkan kritik keras kepada Joko Widodo (Jokowi), dia menyebut Presiden ke-7 RI itu telah merusak banyak hal termasuk tatanan demokrasi dengan praktik politik kotor.

Selama satu dekade memimpin Indonesia daya rusak Jokowi disebutnya sangat dahsyat.

Anthony bahkan menyebut Mantan Gubernur DKI Jakarta itu bahkan berperilaku seperti kolonial saat memerintah Indonesia selama dua periode.

“Jokowi sudah jelas, saya menyebutnya sebagai master yang merusak ini. Perilakunya (Jokowi) adalah perilaku penjajah,” kata Anthony dilansir dari YouTube Forum Keadilan TV Selasa (4/8/2026).

Menurut Anthony, Jokowi bukan tipe penguasa yang bisa dijadikan panutan, sebab cara ia membangun dan mempertahankan kekuasaannya saja melalui cara-cara tak elok, ia hanya bersedia merangkul orang-orang atau kelompok yang mau mendukungnya, sementara itu kelompok lain dipandang sebagai batu sandungan yang harus disingkirkan.

“Dia membeli orang-orang yang bisa dibeli untuk mendukungnya,” tegas Anthony.

Ia mengatakan, selama menjadi presiden, Jokowi memimpin bangsa ini dengan cara yang paling ugal-ugalan, ini terkonfirmasi dari sederet regulasi yang ia cetus ketika masih aktif menjadi kepala negara.

Undang-Undang Cipta Kerja adalah salah satu contohnya.

Ahli-ahli berpihak pada rakyat kecil, Jokowi justru menekan rakyat lewat regulasi yang sempat di demo berjilid-jilid itu.

UU Cipta Kerja menjadi perpanjangan tangan Jokowi merampas hak rakyat secara membabi buta.

“Terjadilah perampasan-perampasan hak masyarakat adat,” ujarnya.

Selain menindas lewat UU Cipta Kerja, Jokowi lanjut Anthony nyaris membawa Indonesia dalam jurang kehancuran dengan program-program berbiaya mahal namun tak berdampak apa-apa buat rakyat, contohnya adalah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan yang sangat membebani fiskal negara.

“Dia sebenarnya tahu bahwa proyek itu (IKN) berpotensi mangkrak di kemudian hari,” ujarnya.

Selain itu, Anthony menilai Jokowi adalah tipe pemimpin yang ogah kehilangan kekuasaan, buktinya ia sempat mau memperpanjang masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

Setelah misi itu gagal ia kemudian membawa Putranya Gibran Rakabuming Raka ke panggung politik nasional dan berhasil menjadi wakil presiden

“Ini perlu diusut (kebijakan-kebijakan yang diduga mengandung konflik kepentingan),” pungkasnya.

Artikel terkait lainnya