

DEMOCRAZY.ID – Nama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo belakangan jadi sorotan publik.
Dody sebelumnya jadi buah bibir setelah dokumen rencana kunjungan kerjanya ke New York, Amerika Serikat bocor.
okumen itu menyertakan nama anak dan istrinya dalam daftar yang akal berangkat.
Rencana keberangkatan itu menuai kritik karena berlangsung di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Selain itu, jadwal kunjungan berdekatan dengan pelaksanaan final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.
Setelah polemik berkembang, Dody menyatakan membatalkan agenda kunjungan kerja tersebut.
Dia juga memerintahkan investigasi internal untuk mengusut kebocoran dokumen yang memicu kontroversi.
Selain polemik kunjungan ke New York, Dody juga sempat menjadi sorotan atas dugaan praktik nepotisme.
Hal itu berkaitan dengan pengangkatan Aisyah Zakkiyah pada sejumlah posisi strategis.
Aisyah yang merupakan staf khusus di Kementerian PU, diangkat sebagai Komisaris PT PP.
Ada dugaan Aisyah merupakan ponakan Dody, meski dibantah oleh keduanya.
Terlepas dari berbagai kontroversi tersebut, Dody Hanggodo merupakan sosok profesional yang memiliki pengalaman panjang di sektor energi, pertambangan, perbankan.
Dody resmi dilantik jadi Menteri PU pada 21 Oktober 2024.
Bersamaan dengan pengumuman susunan kabinet pemerintahan baru Presiden Prabowo.
Pria kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, pada 7 Februari 1966 itu menyelesaikan pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Setelah meraih gelar sarjana teknik, ia melanjutkan studi Master of Petroleum Engineering (M.PE.) di The University of Tulsa, Oklahoma, Amerika Serikat.
Karier profesional Dody dimulai sebagai insinyur di industri minyak dan gas.
Dia kemudian memperluas pengalamannya dengan bekerja di sektor perbankan internasional, sebelum beralih ke berbagai perusahaan yang bergerak di bidang energi, pertambangan, hingga perkebunan.
Selain itu, dia pernah menjabat sebagai General Manager Fajrindo Group, Director Commercial and Business Development PT Indika Indonesia Resources, hingga menjadi konsultan bisnis di sejumlah perusahaan swasta.
Total kekayaan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo sebesar Rp73.651.033.939 atau sekitar Rp73,65 miliar.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik tahun pelaporan 2025 yang disampaikan pada 2026
Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan laporan sebelumnya yang mencapai sekitar Rp81 miliar.
Sebagian besar kekayaan Dody berasal dari surat berharga senilai sekitar Rp35,88 miliar.
Selain itu, dia juga memiliki kas dan setara kas sebesar Rp20,79 miliar, yang menjadi komponen terbesar kedua dalam laporan kekayaannya.
Kategori aset tak bergerak Dody, seperti tanah dan bangunan dengan total nilai sekitar Rp12,5 miliar.
Aset tersebut tersebar di beberapa daerah dan tercantum dalam laporan LHKPN yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sementara itu, untuk alat transportasi dan mesin, Dody memiliki aset senilai sekitar Rp2,67 miliar.
Koleksinya didominasi kendaraan roda empat, termasuk sejumlah mobil premium seperti Mercedes-Benz, Toyota Alphard, dan Toyota Land Cruiser, serta beberapa kendaraan lainnya yang dilaporkan dalam LHKPN.
Selain itu, Dody juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai sekitar Rp1,08 miliar serta aset lainnya sekitar Rp725 juta.
Di sisi lain, ia masih memiliki utang sebesar kurang lebih Rp16 juta, yang kemudian mengurangi total nilai kekayaannya.
Sumber: Fajar