UPDATE! Seret Inisial AA dan FA, dr. Tifa Klaim Kantongi Bukti Upaya ‘Pembujukan RJ’ di Kasus Ijazah Jokowi

DEMOCRAZY.ID – Tifauzia Tyassuma alias dr. Tifa mengungkap babak baru di balik polemik kasus fitnah ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.

Ia yang kekinian telah ditetapkan sebagai tersangka mengaku sempat dibujuk untuk menempuh jalur restorative justice atau RJ. Tak hanya itu, dr. Tifa secara terbuka bahkan turut menyebut nama pihak yang terlibat.

“Ada bujukan RJ oleh oknum AA dan FA,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).

Menurut dr. Tifa, upaya tersebut bukan sekadar isu. Ia menegaskan telah mengantongi bukti lengkap terkait adanya upaya pembujukan tersebut.

“Ada buktinya, locus dan tempus jelas,” tegasnya.

Namun, ia memastikan tidak akan mengikuti arah tersebut. Fokusnya, kata dia, tetap pada substansi perkara dan upaya mencari kebenaran hukum.

“Kami tetap jaga perkara ini sampai keadilan,” katanya.

Di sisi lain, dr. Tifa juga melontarkan kritik keras terhadap penanganan perkara yang dinilainya berpotensi “digantung”. Ia mendesak Polda Metro Jaya segera mengambil sikap tegas.

“Kalau sudah tidak bisa, harus SP3, jangan diperpanjang,” ujarnya.

Terkait adanya upaya pembujukan RJ, dr. Tifa memastikan tidak tertarik membawa hal itu ke ranah hukum.

Ia menyebut isu tersebut bukan prioritas.

“Itu remeh-temeh,” sindirnya.

Rismon Berbalik, Perkara Menuju Akhir?

Pernyataan dr. Tifa muncul di tengah perubahan besar dalam kasus ini.

Ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar yang juga telah ditetapkan tersangjka memilih merevisi temuannya dan menempuh jalur damai.

Rismon bahkan membela langkahnya dengan analogi ilmuwan dunia.

“Einstein saja bisa revisi,” ujarnya.

Ia menegaskan revisi adalah bagian dari proses ilmiah, bukan pengkhianatan.

“Kenapa saya disebut pembelot?” katanya.

Langkah itu berujung pada kesepakatan RJ dengan para pelapor, yang membuka jalan menuju penghentian penyidikan atau SP3.

Perubahan sikap Rismon yang kini menyatakan ijazah Jokowi asli menjadi titik balik penting dalam perkara ini.

Ia bahkan berjanji menulis ulang seluruh temuannya.

“Akan saya bukukan dan serahkan ke Pak Jokowi,” pungkasnya.

Sumber: Suara

Artikel terkait lainnya