Sebut Pernyataan Prabowo Kerap Tak Jelas, Guru Besar Unair: Kosong Tanpa Substansi!

DEMOCRAZY.IDGuru Besar Universitas Airlangga (Unair) Henri Subiakto melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Henri menilai sejumlah pernyataan Prabowo justru memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi antara ucapan, kehidupan pribadi, dan nilai-nilai agama yang disampaikannya kepada publik.

Menurut Henri, Prabowo merupakan sosok Presiden yang ingin tampil terbuka dan berbicara secara terus terang di hadapan masyarakat.

Namun, menurut dia, keterusterangan tersebut justru dapat menimbulkan persoalan ketika dikaitkan dengan pernyataan Prabowo mengenai kehidupan beragamanya.

“Prabowo memang serba gak jelas. Dia seorang Presiden yang maunya bicara jujur dengan lantang, tapi justru kejujurannya dalam bicara itu menunjukkan hidupnya tidak jujur dalam beragama,” kata Henri di akun X (Twitter), Senin (14/9/2026).

Henri menilai pernyataan seorang kepala negara mengenai keyakinan dan praktik keagamaan memiliki bobot yang berbeda dibandingkan pernyataan masyarakat biasa.

Sebab, setiap ucapan Presiden tidak hanya didengar oleh pendukungnya, tetapi juga menjadi perhatian publik secara luas.

Kritik Henri terutama diarahkan pada pernyataan Prabowo mengenai pengalaman mengucapkan kalimat syahadat.

Bagi Henri, pernyataan tersebut menarik sekaligus menimbulkan pertanyaan karena syahadat merupakan bagian fundamental dalam kehidupan seorang Muslim.

Menurutnya, ketika seorang Presiden berbicara secara terbuka mengenai pengalaman keagamaannya, publik memiliki ruang untuk menilai apakah pernyataan tersebut selaras dengan pemahaman dan praktik keberagamaan yang selama ini dipahami masyarakat.

Henri juga mengingatkan bahwa kejujuran seorang pemimpin tidak berhenti pada keberanian mengungkapkan sesuatu secara terbuka.

Kejujuran, menurut dia, juga berkaitan dengan konsistensi antara perkataan, sikap, dan tindakan.

Karena itu, Henri melihat ada paradoks dalam gaya komunikasi Prabowo.

Di satu sisi, Prabowo ingin dikenal sebagai pemimpin yang berbicara apa adanya.

Namun di sisi lain, keterusterangan tersebut justru dapat membuka ruang kritik ketika isi pernyataannya menyentuh persoalan yang sangat sensitif, termasuk agama.

Pernyataan Henri tersebut menambah sorotan terhadap gaya komunikasi Prabowo yang selama ini dikenal lugas, spontan dan tanpa banyak basa-basi.

Dalam sejumlah kesempatan, Prabowo memang kerap menyampaikan pandangan secara langsung di hadapan publik.

Namun, gaya komunikasi semacam itu juga memiliki konsekuensi.

Pernyataan yang disampaikan secara spontan dapat ditafsirkan secara beragam dan menjadi bahan perdebatan publik, terutama ketika menyangkut identitas, agama, maupun persoalan politik.

Di tengah posisi Prabowo sebagai Presiden, Henri menilai setiap pernyataan tersebut seharusnya dibaca secara kritis.

Publik memiliki hak untuk mempertanyakan sekaligus menilai konsistensi ucapan seorang pemimpin negara.

Artikel terkait lainnya