DEMOCRAZY.ID – Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu membeberkan sembilan poin krusial yang disebutnya sebagai daftar “prestasi” kelam Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo selama mengemban posisi sebagai pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara periode 2021 hingga 2026.
Pernyataan Said Didu mengemuka tepat setelah Bareskrim Polri mengumumkan penetapan status tersangka dan penahanan terhadap mantan Kapolri berinisial LSP tersebut dalam skandal penyadapan secara ilegal (illegal wiretapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Melalui unggahan di akun X pribadinya yang dikutip pada Rabu (4/11/2026), Said Didu merinci serangkaian pemicu kontroversi publik yang mewarnai masa kepemimpinan Listyo Sigit, mulai dari skandal peretasan terhadap Kepala Negara hingga dugaan pembelaan terhadap jaringan mafia nasional.
“9 (sembilan) “prestasi” Listyo Sigit Prabowo selama jadi Kapolri. 1) menyadap Presiden @prabowo, 2) kasus kumpulan uang di rumah Sambo, 3) penangkapan para aktivis, 4) kematian mendekati seribu orang petugas pemilu, 5) kasus pembunuhan pengawal HRS pada KM-50,” tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (4/11/2026).
Lebih lanjut, Said Didu juga mengkritisi dugaan bias politik oknum kepolisian dalam pesta demokrasi serta lambannya penanganan tindak pidana khusus seperti perjudian online hingga penambangan tanpa izin.
“6) keterlibatan polisi dalam pemilu (Parcok), 7) pemberantasan Judi Online yg tidak pernah jalan krn diduga melibatkan orang dekat Jokowi (BA), 8) penertiban tambang ilegal yg sulit dilaksanakan karena, 9) mafia tambang, BBM, penyelundupan, Judol, dan narkoba,” tandasnya.
9 (sembilan) “prestasi” Listyo Sigit Prabowo selama jadi Kapolri
1) menyadap Presiden @prabowo
2) kasus kumpulan uang di rumah Sambo
3) penangkapan para aktivis
4) kematian mendekati seribu orang petugas pemilu
5) kasus pembunuhan pengawal HRS pada KM-50
6) keterlibatan polisi dalam pemilu (Parcok)
7) pemberantasan Judi Online yg tidak pernah jalan krn diduga melibatkan orang dekat Jokowi (BA).
8) penertiban tambang ilegal yg sulit dilaksanakan karena
9) mafia tambang, BBM, penyelundupan, Judol, dan narkoba.— Muhammad Said Didu (@msaid_didu) November 4, 2026