DEMOCRAZY.ID – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, menyoroti kondisi demokrasi dan kehidupan bernegara di Indonesia selama 10 tahun pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Said Didu menilai pemerintahan Jokowi telah merusak sejumlah fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mulai dari landasan bernegara, moralitas bangsa, hingga kaidah-kaidah demokrasi.
Bahkan, ia menyebut lembaga-lembaga negara turut diacak-acak demi kepentingan kekuasaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Said Didu saat menanggapi unggahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi politik Indonesia.
“Pak @SBYudhoyono, selama sepuluh tahun pemerintahan Jokowi, mereka merusak landasan bernegara, merusak moralitas bangsa, merusak kaidah-kaidah demokrasi, dan yang paling berat adalah mengacak-acak lembaga negara demi kekuasaan,” tulis Said Didu dikutip Kamis (5/11/2026).
Ia kemudian menyerukan pentingnya menyelamatkan Indonesia dari kondisi tersebut.
“Mari selamatkan Indonesia !!!,” tegasnya.
Sebelumnya, SBY menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap perkembangan politik nasional yang dinilainya semakin liar.
SBY menilai perebutan kekuasaan politik seolah membenarkan segala cara, tanpa lagi mempertimbangkan baik buruk maupun nilai moral.
“Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral,” tulis SBY.
Ia mengaku khawatir kondisi tersebut pada akhirnya membuat masyarakat merasa takut dan kehilangan ketenteraman ketika hidup di negaranya sendiri.
Sebagai warga negara yang mencintai Indonesia, SBY pun menyampaikan permohonan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto.
Ia berharap Prabowo dapat menghidupkan kembali praktik politik yang menjunjung tinggi etika, moralitas, dan nilai-nilai keadaban.
“Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga negara Indonesia yang lain, saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban. Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat,” lanjutnya.
SBY juga berharap Tuhan memberikan kekuatan dan tuntunan kepada Prabowo agar mampu menjalankan misi tersebut.
“Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan tuntunan kepada Pak Prabowo untuk menjalankan misi mulia ini,” tutupnya.