Perkuat Solidaritas Global, Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine Resmi Buka Markas Besar di Indonesia!

DEMOCRAZY.ID – Perjuangan untuk mempertahankan hak dan keadilan bagi rakyat Palestina terus berlanjut. Salah satunya dilakukan Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine (APCQP).

Untuk memperluas gerakan diplomasi dan kemanusiaan, APCQP kini membuka markas besar atau headquarters untuk kawasan Asia Pasifik di Jakarta, Republik Indonesia.

Langkah ini menandai konsolidasi kekuatan dari kawasan Asia Pasifik yang mewakili lebih dari separuh populasi dunia untuk memperjuangkan hak dan keadilan bagi rakyat Palestina.

Peresmian markas tersebut berlangsung di Gedung DPR RI pada akhir Agustus 2026.

Poros Baru Kekuatan Asia Pasifik

Konsolidasi ini dihadiri sekitar 50 lembaga filantropi, perwakilan komunitas, hingga pemengaruh digital yang secara konsisten menyuarakan hak-hak rakyat Palestina dan kemerdekaan Quds.

Presiden APCQP, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, mengatakan pemilihan Jakarta sebagai lokasi markas besar memiliki pertimbangan strategis.

Keputusan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat koordinasi, advokasi, diplomasi, serta penggalangan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.

“Kita berkumpul hari ini bukan hanya untuk meresmikan kantor, tapi untuk meneguhkan kembali bahwa Asia Pasifik tidak akan diam melihat ketidakadilan di Quds dan Palestina,” ujar Prof. Sudarnoto.

“Headquarter ini akan menjadi pusat koordinasi aksi nyata, edukasi, dan diplomasi kemanusiaan di kawasan,” tambahnya.

Mobilisasi Kekuatan Miliaran Penduduk

Executive Director of Headquarters APCQP, H. Irvan Nugraha, menilai kawasan Asia Pasifik memiliki potensi besar dalam membangun tekanan diplomasi publik dan gerakan kemanusiaan.

“Kehadiran kita hari ini merangkul kekuatan dari wilayah yang sangat luas,” kata Irvan.

“Di kawasan Asia Selatan, Asia Timur, Asia Tenggara, hingga Pasifik—yang mencakup puluhan negara berdaulat dengan total populasi mencapai sekitar 4,4 hingga 4,5 miliar jiwa—kita disatukan oleh sebuah panggilan kemanusiaan universal,” paparnya.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, markas besar APCQP di Jakarta menetapkan tiga pilar utama sebagai fokus kerja strategis.

Pilar pertama berfokus pada koordinasi kemanusiaan untuk menghimpun dan menyalurkan bantuan bagi warga di Gaza, Tepi Barat, dan Quds.

Perkuat Advokasi dan Lawan Disinformasi

Pilar kedua berfokus pada penguatan advokasi dan diplomasi publik untuk membangun narasi keadilan serta menyuarakan isu Palestina di ruang publik.

Upaya tersebut akan dilakukan melalui jaringan media independen, lingkungan kampus, serta optimalisasi peran pemengaruh dan kreator konten di media sosial.

Sementara itu, pilar ketiga bertujuan menjadikan markas tersebut sebagai rumah bersama bagi berbagai lembaga agar gerakan kemanusiaan dapat berjalan lebih sistematis dan terkoordinasi.

Kehadiran para kreator konten digital dalam peresmian tersebut juga menjadi sinyal bahwa perjuangan advokasi kini turut berlangsung di ruang digital dan perlu menjangkau generasi muda.

APCQP berencana berkolaborasi dengan para kreator konten untuk melawan disinformasi dan menyebarkan informasi yang akurat guna membangun dukungan publik yang lebih luas.

Latar Belakang Krisis Kemanusiaan Palestina

Melalui operasional markas baru ini, koalisi lintas negara tersebut berharap dapat menjadi jembatan yang memperkuat hubungan masyarakat di kawasan Asia Pasifik dengan perjuangan rakyat Palestina.

Tuntutan terhadap kemerdekaan, keadilan, dan pemulihan martabat manusia akan terus menjadi fokus gerakan yang dikoordinasikan dari Jakarta.

APCQP hadir sebagai koalisi lintas negara yang bergerak dalam advokasi, diplomasi publik, dan aksi kemanusiaan untuk mendukung hak-hak rakyat Palestina.

Melalui konsolidasi di kawasan Asia Pasifik, koalisi tersebut berharap dapat memperkuat koordinasi berbagai elemen masyarakat dan lembaga dalam mendukung perjuangan kemanusiaan bagi Palestina.

Artikel terkait lainnya