Makin Seru! Ada Apa dengan Roy Suryo? Alasan di Balik Sumpah ‘Sekuku Hitam’ Tolak Restorative Justice

DEMOCRAZY.ID – Panggung hukum Indonesia kembali memanas. Pakar telematika yang dikenal vokal, Roy Suryo, baru saja melontarkan pernyataan yang membuat publik bertanya-tanya.

Di saat banyak pihak memilih jalan pintas melalui Restorative Justice (RJ) untuk mengakhiri perkara, Roy justru memilih jalan yang terjal dan penuh risiko.

Ada apa sebenarnya di balik sikap keras tersebut? Mengapa ia begitu yakin menolak perdamaian?

Sumpah “Sekuku Hitam” yang Menggetarkan

Bukan Roy Suryo namanya jika tidak memberikan pernyataan yang tajam.

Saat ditanya mengenai kemungkinan mengambil jalur damai demi menghentikan proses hukum, ia memberikan jawaban yang sangat telak.

Ia menegaskan bahwa integritasnya tidak bisa ditawar dengan sekadar kata “damai” di atas kertas.

Sekuku kecil hitam pun nggak ada sama sekali keinginan untuk minta Restorative Justice. Kita harus buktikan kebenaran ini di hadapan hukum yang adil. — Roy Suryo

Pernyataan ini bukan sekadar gertakan sambal. Kutipan tersebut kini menjadi simbol perlawanan Roy terhadap apa yang ia anggap sebagai ketidakadilan dalam proses yang ia jalani.

Alasan di Balik Penolakan: Bukan Sekadar Gengsi

Banyak yang berspekulasi, mengapa Roy Suryo tidak mengambil “jalan aman”?

Ada tiga alasan kuat yang bisa dibaca dari sikapnya:

  1. Harga Diri Seorang Pakar: Sebagai saksi ahli yang sering membantu penegak hukum, menerima RJ bisa dianggap sebagai pengakuan bahwa analisis telematika yang ia buat adalah salah. Baginya, kebenaran digital bersifat mutlak.
  2. Menguji Keadilan: Dengan menolak RJ, Roy memaksa kasus ini digelar secara terbuka. Ia ingin publik melihat langsung bukti-bukti yang ada, sehingga tidak ada “main mata” di balik pintu tertutup.
  3. Pesan untuk Demokrasi: Sikap ini juga dibaca sebagai bentuk kritik terhadap penggunaan UU ITE. Roy seolah ingin menunjukkan bahwa mengkritik melalui data tidak seharusnya berakhir dengan permintaan maaf yang dipaksakan.

Pertaruhan Besar di Meja Hijau

Pilihan Roy Suryo ini adalah sebuah pertaruhan besar. Jika ia gagal membuktikan argumennya di pengadilan, konsekuensi hukum yang menantinya tentu tidak ringan.

Namun, jika ia berhasil, ini akan menjadi kemenangan besar bagi kebebasan berpendapat dan integritas pakar di Indonesia.

Publik kini terbelah. Sebagian mendukung keberaniannya mempertahankan prinsip, sementara sebagian lagi menganggapnya terlalu berisiko.

Namun satu yang pasti: kasus ini akan menjadi jauh lebih seru untuk diikuti.

Sumber: Akurat

Artikel terkait lainnya