Keracunan MBG Disorot Dunia! Tiga Media Asing Bongkar ‘Sisi Gelap’ Program Kebanggan Prabowo

DEMOCRAZY.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto kembali mendapat sorotan media internasional setelah lebih dari 500 siswa di Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan makanan.

Reuters, U.S. News & World Report, dan Al Jazeera sama-sama mengangkat kasus tersebut.

Ketiganya menyoroti persoalan keamanan makanan sekaligus berbagai kontroversi yang membayangi program unggulan pemerintah tersebut.

Kasus terbaru terjadi di Sidoarjo setelah ratusan siswa mengalami sakit usai menyantap makanan yang disediakan melalui program MBG.

Sebagian besar korban telah mendapat perawatan di rumah sakit dan sejumlah pasien dilaporkan sudah diperbolehkan pulang.

Reuters melaporkan terdapat 512 siswa yang jatuh sakit, sementara pejabat daerah sebelumnya menyebut jumlah korban mencapai 516 orang.

Hingga Rabu, sekitar 80 anak masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Suasana di RSUD Notopuro, ruang penanganan para santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, yang diduga keracunan MBG.

Reuters Soroti Rentetan Kontroversi MBG

Reuters menempatkan kasus Sidoarjo dalam konteks lebih luas, yakni berbagai persoalan yang muncul sejak program MBG diluncurkan.

Program bernilai miliaran dolar tersebut digagas Prabowo untuk membantu mengatasi masalah kekurangan gizi dengan memberikan makanan gratis kepada puluhan juta anak.

Namun, pelaksanaannya juga diwarnai laporan keracunan massal, dugaan korupsi, pergantian pimpinan, serta kekhawatiran mengenai besarnya biaya program.

Dalam kasus Sidoarjo, dapur yang diduga menjadi sumber masalah telah dihentikan sementara dari program MBG selama 30 hari.

Pemerintah juga melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab keracunan.

“Kami akan mengumumkan hasilnya, apa yang menyebabkan keracunan tersebut,” ujar Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana.

Reuters turut mengutip Network for Education Watch yang menyebut sekitar 37.600 kasus keracunan telah dikaitkan dengan program tersebut hingga 8 Agustus 2026.

U.S. News Soroti Beban Program Triliunan Rupiah

News & World Report juga mengangkat kasus Sidoarjo dengan menyoroti besarnya skala program MBG dan persoalan yang mengiringinya.

Media tersebut mencatat program yang diluncurkan pada tahun lalu itu memiliki tujuan besar untuk mengatasi kekurangan gizi anak.

Namun, laporan keracunan makanan berulang menjadi salah satu persoalan yang memicu pertanyaan terhadap pelaksanaannya.

Persoalan keamanan pangan menjadi semakin penting karena makanan harus diproduksi, disimpan, dan didistribusikan dalam jumlah sangat besar setiap hari.

Otoritas sebelumnya menyebut penyimpanan makanan yang tidak tepat serta keterlambatan distribusi makanan matang sebagai sejumlah faktor yang kerap dikaitkan dengan kasus keracunan.

Al Jazeera Angkat Angka Ribuan Kasus

Sementara itu, Al Jazeera memilih menyoroti besarnya jumlah kasus yang dikaitkan dengan program MBG.

Dalam laporannya, Al Jazeera menyebut lebih dari 500 siswa di Indonesia harus mendapat perawatan setelah diduga mengalami keracunan akibat makanan gratis yang disediakan pemerintah.

Media yang berbasis di Qatar itu juga menyebut ribuan kasus telah dikaitkan dengan program senilai sekitar 4,3 miliar dolar AS tersebut sejak diluncurkan tahun lalu.

Sorotan terhadap MBG tidak hanya datang dari kasus keracunan.

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap program tersebut juga menjadi perhatian media asing.

Reuters mengutip survei Saiful Mujani Research and Consulting pada Juli 2026 yang menunjukkan hanya sekitar sepertiga responden menyatakan puas terhadap program MBG.

Kasus keracunan makanan disebut menjadi salah satu alasan utama ketidakpuasan tersebut.

Artikel terkait lainnya