Waduh! Ketua SPPG di Karanganyar Muntah-Muntah dan Pusing Saat Cicipi Menu MBG, Beracun?

DEMOCRAZY.ID – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati, Desa Jati, Jaten, Karanganyar, Abra Yodha Raya, mual dan muntah usai mencicipi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan MBG pun batal dibagikan.

Hal itu terjadi pada Rabu (12/8) kemarin usai pihak SPPG mendapat laporan menu ayam rempah yang berbau aneh. Abra mengatakan, awalnya mendapat laporan dari tim dapur mengenai ayam rempah yang muncul bau mencurigakan.

Mendapat laporan tersebut, dirinya berinisiatif mencicipi sebelum didistribusikan.

“Saya dapat laporan dari dapur, dari chef-nya bilang ‘Pak ini coba dirasakan sama dibau, ini kalau dari saya ada agak aneh’. Ahli gizi juga sudah merasakan, laporan ke saya, terus saya turun tangan,” kata Abra saat ditemui di SPPG Jati, Jaten, Karanganyar, Kamis (13/8/2026).

Abra mengatakan ada 10 orang mencicipi makan tersebut.

Namun yang merasa mual-mual dan muntah hanya dirinya.

“Kalau saya kemarin iya (muntah-muntah) sama mual dan pusing. Yang mencicip ada saya, pengolahan tuh semua, ada ahli gizi, jadi sekitar 10 orang. Yang lain nggak apa-apa,” ucapnya.

“Rasa itu enak, karena apa? Ketutup rempah, tapi dari aroma nggak bisa dibohongi, Mas. Aromanya memang beda, agak kecut gitu. Kalau di organoleptik itu ada 1 sampai 5 nggih, itu kita kasih nilai 2, jadi rendah. Makanya dari situ uji organo yang tidak masuk, otomatis saya merasakan gitu,” sambungnya.

Ia menduga merasakan mual hingga pusing karena merasa kecapekan setelah banyak aktivitas.

“Mungkin bisa jadi itu karena saya sorenya habis sepakbola pol-polan sampai lemas terus paginya kan jaga di sini, jadwal piket juga di sini. Kalau piket otomatis nggak tidur, nah mungkin efek itu juga bisa,” terangnya.

Lebih lanjut, Abra menyebut bahwa menu tersebut dimasak untuk batch kedua untuk 300 penerima. Untungnya, menu tersebut belum dibagikan.

“Menu ayam rempah cuma beberapa baskom, satu sampai dua baskom tadi, cuma 300-an porsi. Batch pertama juga 300 penerima dan itu aman. Jadi yang bermasalah itu yang kedua, batch kedua itu belum kita bagikan,” tegasnya.

Dirinya mengakui memang sebanyak 300 porsi yang sudah dibagikan ditarik kembali.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi dari SPPG.

“Batch pertama. Jadi sudah ada yang dimakan, ada yang belum, itu pokoknya ditarik semua. Itu langkah antisipasi. Bukan itu yang bahaya nggak, tapi itu langkah antisipasi kami seperti itu. Jagani (berjaga-jaga),” bebernya.

Abra menyebut langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Ini adalah tindakan preventif, sekalian meluruskan bahwa tidak ada yang keracunan,” pungkasnya.

Artikel terkait lainnya