Kejutan Politik! Ketua DPD RI Tamsil Linrung Desak Gibran Segera Didepak dari Jabatan Wapres, Sebut Anies Baswedan Sosok Paling Layak

DEMOCRAZY.ID — DPD RI menegaskan bahwa gejolak politik terkait keabsahan jabatan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus segera diakhiri.

Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung secara terbuka mendesak agar krisis ketatanegaraan ini segera diputuskan dan tidak dibiarkan berlarut-larut.

Sikap tegas tersebut disampaikan Tamsil saat menghadiri Aksi Rakyat Bela Indonesia di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Minggu (8/11/2026).

Tamsil Linrung: Segera Selesaikan Polemik Gibran, Jangan Biarkan Pemerintah Goyah!

Tamsil menegaskan bahwa tuntutan publik di lapangan merupakan amanat penting yang akan langsung ia bawa ke meja rapat DPD RI untuk ditindaklanjuti secara resmi.

“Aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat ini akan saya teruskan kepada rekan-rekan di DPD RI. Persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena sangat berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan,” ujar Tamsil Linrung.

Ia mendorong agar langkah konkrit penyelesaian ketatanegaraan ini mulai diproses oleh parlemen secepatnya pasca masa reses.

“Kita berharap penyelesaian polemik ini sudah mulai dibahas setelah masa reses DPR berakhir, kalau bisa pekan depan. Putusan Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung tentu wajib menjadi bahan pertimbangan utama dalam membahas persoalan ini,” tegasnya.

Tamsil menjelaskan bahwa posisi DPD RI siap mengawal aspirasi ini hingga ke ranah Sidang Majelis Pembusyawaratan Rakyat (MPR).

“Meski saat ini pemberhentian dan penggantian wakil presiden bukan berada di kewenangan langsung DPD RI, kami terus menyerap dan meneruskan suara rakyat. DPD RI baru akan mengambil sikap resmi apabila persoalan pemakzulan ini masuk ke dalam rapat paripurna MPR. Tentu di internal kami setiap senator memiliki pertimbangan masing-masing,” tambahnya.

Dasco, Puan, hingga Anies Disebut sebagai Kandidat Pengganti Wapres

Jika skenario pelengseran Gibran dieksekusi melalui pintu konstitusi, Tamsil menyebutkan sejumlah nama tokoh potensial yang dinilai layak dipertimbangkan Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi kursi RI-2, baik dari dalam maupun luar lingkaran pemerintahan.

Dari barisan internal pemerintah dan partai politik, Tamsil membeberkan sejumlah nama figur kunci.

“Kalau dari lingkaran pemerintahan dan ketua parpol, ada nama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua Umum Partai Demokrat AHY, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, serta Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Dari jajaran menteri yang berprestasi, ada juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman,” urai Tamsil.

Sementara untuk figur independen di luar struktur kabinet saat ini, Tamsil melihat ada tiga nama besar yang patut diperhitungkan.

“Dari luar pemerintahan, ada mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mantan Menko Polhukam Mahfud MD, dan mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,” ungkapnya.

Tamsil menggarisbawahi bahwa penentuan figur pendamping kepala negara bukan sekadar kompromi bagi-bagi kursi politik, melainkan pencarian sosok yang benar-benar membawa dorongan positif bagi kepemimpinan nasional.

“Kalau memang skenario pergantian itu terjadi, tentu Presiden akan mempertimbangkan sosok yang bisa memberikan insentif signifikan bagi pemerintahan,” pungkas Tamsil.

Artikel terkait lainnya