DEMOCRAZY.ID — Potongan wawancara eksklusif antara mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan tim Bocor Alus Majalah Tempo kembali menjadi sorotan publik.
Dalam cuplikan perbincangan tersebut, Jokowi blak-blakan merespons isu keberlanjutan pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk periode kedua.
Ketika disinggung mengenai wacana “Prabowo-Gibran 2 Periode”, Jokowi menegaskan bahwa pandangan itulah yang selalu ia sampaikan selama ini.
Namun, ia memberikan catatan penutup yang bernada politis dan multitafsir.
“Memang itu yang sudah sering saya sampaikan selama ini, Prabowo-Gibran dua periode. Tapi… itu kalau diajak…” ujar Jokowi.
Mendengar jawaban tersebut, awak redaksi Tempo langsung melontarkan pertanyaan lanjutan, “Kalau nggak diajak?”
Dengan santai, Jokowi menjawab singkat, “Ya nggak masalah…”
Pernyataan bersyarat yang dilontarkan Jokowi ini langsung memantik berbagai tafsir di kalangan pengamat dan warganet.
Sebagian pihak menilai kalimat tersebut sebagai bentuk isyarat diplomatis atau bahkan sinyal “uji nyali” politik kepada lingkaran kekuasaan saat ini—seakan menyiratkan pesan terselubung: kalian hebat jika bisa berjalan tanpa saya, atau bahkan jika bisa mengalahkan pengaruh saya.
Dinamika ini mencuat di tengah berbagai spekulasi mengenai hubungan politik antara Istana dan lingkaran Semolo (GENG SOLO) pasca-transisi kekuasaan, terutama di tengah maraknya perdebatan manuver politik para elite belakangan ini.
👇👇
Mulyono sulit ketemu Prabowo
secara empat mata;Baca JugaDisinyalir; sudah pecah kongsi
meskipun belum ‘baku hantam’
secara terbuka;2029, Fufuafa akan disetelkan
dengan kandidat lain;“𝗙𝗨𝗙𝗨𝗙𝗔𝗙𝗔 – … ?”
Jadi begini, Mulyono mengirim
pesan ke Prabowo: “kalian… pic.twitter.com/bzDzEzPSy3— SHENO WIRANG (@ShenoWirang) August 28, 2026