Jangan Paksa Prabowo Melawan Jokowi, Jelas-Jelas Nyali Ciut dan Nggak Berani Berkutik!

Bukti Nyata Prabowo Tak Punya Nyali Lawan Jokowi

Oleh: Hasanuddin | Pengamat Politik dan Kebangsaan

Masih ada saja sejumlah kalangan yang nuntut agar Presiden Prabowo “mengusir” kaki tangan Jokowi di Kabinetnya.

Desakan reshuffle kabinet itu sedari awal disampaikan, tapi tidak kunjung dilakukan. Saya awalnya termasuk yang menganggap usul ini masuk akal.

Tapi lama kelamaan, saya amati usulan itu sudah tidak perlu digaungkan lagi, karena sudah bisa disimpulkan bahwa Prabowo sudah mendengar, sudah tahu usulan itu, namun tidak kunjung dilakukan.

Kesimpulan saya; Prabowo takut sama Jokowi.

Belakangan ini, memang cukup mengherankan. Jokowi dapat gelar Raja di Lampung dan gelar Raja di Timor (Kupang). Disamping dikenal pula sebagai penjaga “tembok ratapan di Solo”.

Dengan berbagai gelar itu, meskipun nampaknya Raja Asli di Lampung dan di Timor tidak merasa memberikan gelar, namun bagi Jokowi yang penting ada gelar.

Seperti halnya yang penting ada ijazah. Asli atau palsu itu urusan dia saja yang tahu.

Meski demikian, tidak bisa abaikan bahwa pergerakan Jokowi dan anaknya yang saat ini wapres, ke daerah-daerah, tentu dengan membawa “oleh-oleh” bagi rakyat yang pada umumnya sedang “kelaparan”, cukup membuahkan hasil.

Nampaknya partai gajah anaknya itu, mulai masuk radar dikalangan pemilih “tertentu”. Dan tentu saja Prabowo melalui jaringan intelijen nya paham semua pergerakannya itu.

Karena itu sekali lagi, dapat disimpulkan bahwa Prabowo tidak akan berani ganggu Jokowi.

Banyak kartu Jokowi, bukan hanya karena anak buahnya banyak di kabinet, uangnya juga banyak, dan di sukai para oligharki di masa kekuasaannya.

Lantas bagaimana selanjutnya?

Pertama, biarkan saja itu menjadi urusan Prabowo, hingga keberaniannya melawan bangkit. Kalau tidak juga, ya nonton saja, apa yang akan dilakukan gank Solo selanjutnya.

Bagi yang tidak ikutan kubu Prabowo dan atau kubu Jokowi: “Utamakan keselamatan Bangsa dan Negara”, abaikan saja mereka yang hanya memikirkan kelompoknya saja.

Berbuatlah, meskipun itu hanya melalui seuntai doa keselamatan bagi bangsa dan negara kita.

Artikel terkait lainnya