Denny Indrayana: Gibran Bisa Lebih ‘Diteladani’ Ketimbang Jokowi, Asalkan Penuhi Syarat Ini!

DEMOCRAZY.IDPolemik mengenai latar belakang pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perbincangan di media sosial X.

Pakar Hukum Tata Negara, Prof Denny Indrayana, bahkan menawarkan sebuah perjanjian terbuka kepada Gibran untuk mengakhiri perdebatan tersebut.

Sebelumnya, Denny mendesak Gibran mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Kini, ia menyatakan siap menghentikan desakan tersebut apabila Gibran dapat menunjukkan ijazah asli SMA atau sederajat yang menjadi salah satu persyaratan pencalonan wakil presiden.

Denny Ingin Buat Perjanjian dengan Gibran

Denny mengatakan usulannya agar Gibran mundur telah mendapat beragam respons dari masyarakat.

Namun, ia mengaku tidak ingin polemik tersebut terus berlarut-larut.

“Usulan saya agar Mas Wapres Gibran berhenti atau mengundurkan diri mendapat respons dari banyak kalangan,” ujar Denny, Senin (10/8/2026).

Menurut Denny, sebagian besar pihak yang tidak setuju dengan pernyataannya merupakan pendukung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

“Supaya tidak memperpanjang polemik dan perdebatan, saya ingin membuat perjanjian serius dengan Mas Wapres,” ucapnya.

Menurutnya, perjanjian tersebut memiliki syarat sederhana.

Gibran diminta menunjukkan ijazah asli SMA atau dokumen pendidikan yang sederajat.

Jika Ijazah Ditunjukkan, Denny Siap Berhenti

Denny menegaskan dirinya bersedia menghentikan desakan agar Gibran mundur apabila dokumen tersebut dapat diperlihatkan kepada publik.

“Jika Mas Wapres Gibran bisa menunjukkan ijazah SMA atau sederajatnya yang asli, maka saya berhenti mendorong pengunduran diri Mas Gibran,” tegasnya.

Namun, ia memberikan konsekuensi sebaliknya apabila Gibran tidak dapat menunjukkan dokumen pendidikan tersebut.

“Sebaliknya, jika Mas Gibran tidak bisa menunjukkan ijazah SMA atau sederajat yang asli, maka saya minta Mas Gibran berhenti, mundurkan diri sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia,” jelasnya.

Denny kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan persyaratan pencalonan wakil presiden.

“Karena syarat ijazah SMA atau sederajat itu adalah syarat menjadi calon Wakil Presiden,” imbuhnya.

Gelar Sayembara Berhadiah Rp100 Juta

Tak berhenti pada tantangan kepada Gibran, Denny juga mengumumkan sayembara bagi siapa saja yang dapat menunjukkan ijazah asli SMA atau sederajat milik Gibran.

“Supaya serius, saya juga mengadakan sayembara. Siapapun yang bisa menunjukkan dan mendapatkan ijazah asli SMA atau sederajat Gibran, saya akan berikan hadiah Rp100 juta rupiah,” terangnya.

Denny mengatakan, awalnya hadiah yang disiapkan jauh lebih besar. Namun, ia mengurungkan niat tersebut setelah mendapat masukan dari istrinya.

“Tadinya mau Rp1 miliar, tapi istri saya bilang, aduh kebanyakan. Maklum kita tidak punya berangkas dengan emas dan dolar,” bebernya.

“Jadi Rp100 juta kepada siapapun yang bisa menunjukkan ijazah SMA atau sederajat Gibran,” sambungnya.

Denny juga membandingkan persoalan ijazah SMA Gibran dengan ijazah pendidikan tinggi yang pernah ditunjukkan Gibran ketika masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Menurut Denny, saat itu Gibran pernah membuka akses kepada wartawan untuk melihat ijazah S1 miliknya.

“Mas Wapres pernah kok menunjukkan ijazah S1-nya waktu wali kota, saat itu dengan terbuka mengundang para wartawan,” tandasnya.

Karena itu, Denny berharap Gibran melakukan hal serupa terkait dokumen pendidikan tingkat SMA atau sederajat.

“Saya tunggu hal yang sama, Mas Wapres. Dalam hal menunjukkan ijazah ini, Mas Wapres lebih bisa diteladani dibandingkan Pak Jokowi,” kuncinya.

Artikel terkait lainnya