Analisis Tajam Said Didu: Prabowo Punya 3 Agenda Emas, Tapi Langsung Dijegal Serangan Brutal ‘Geng Solo’!

DEMOCRAZY.ID — Peta konstelasi politik nasional kembali diwarnai ketegangan menyusul analisis tajam dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu.

Ia secara terbuka melontarkan dugaan adanya gerakan sistematis berupa perlawanan balik terhadap sejumlah agenda krusial yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dugaan Serangan “Geng Solo”, Oligarki, hingga Parcok

Dalam pandangannya, dinamika politik yang terjadi saat ini tidak berjalan secara kebetulan.

Said Didu menyebut adanya indikasi kuat keterlibatan kelompok tertentu yang ia identifikasi sebagai “geng Solo”, jaringan oligarki, institusi bersimbol “partai coklat” (parcok), hingga potensi keterlibatan “partai hijau” (parjo).

“Hipotesa saya, bahwa betul-betul terjadi sekarang serangan geng Solo, oligarki parcok, dan mungkin sekarang sudah ditambah Parjo, terhadap agenda utama Presiden Prabowo,” ungkap Said Didu dalam tayangan di kanal YouTube Manusia Merdeka – MSD, sebagaimana dikutip.

Ia mengeklaim bahwa eskalasi perlawanan tersebut mulai terlihat dan terasa secara masif sejak memasuki bulan Juli lalu, meski tidak merinci secara teknis bentuk serangan operasional yang dimaksud.

Tiga “Obor” Utama Agenda Prabowo yang Dianggap Mengusik Kenyamanan

Menurut Said Didu, pemerintahan Presiden Prabowo sebenarnya memegang tiga agenda strategis yang sangat positif dan patut mendapat dukungan penuh demi perbaikan tata kelola negara. Ketiga agenda tersebut diibaratkan sebagai obor perubahan:

  • Pemberantasan Obor Korupsi: Membersihkan praktik rasuah secara menyeluruh tanpa pandang bulu.
  • Obor Penertiban Oligarki: Membatasi cengkeraman kekuasaan kelompok elit ekonomi-politik yang merugikan hajat hidup orang banyak.
  • Obor Pengambilan Aset Negara: Menyelamatkan kembali aset-aset strategis bangsa yang dikuasai pihak tidak sah.

Ia menilai, apabila ketiga agenda besar tersebut benar-benar dieksekusi secara serius dan tanpa kompromi, wajar jika pihak-pihak yang selama ini menikmati kenyamanan status quo merasa terancam dan melancarkan perlawanan.

“Di awal pemerintahan, saya memang sudah menyatakan bahwa apabila Pak Presiden Prabowo bisa melakukan hal tersebut, maka saya duga akan terjadi perlawanan dari geng Solo, oligarki, parcok karena mereka lah yang terganggu dengan agenda tersebut,” tegasnya.

Dilema Prabowo: Belum Sepenuhnya Lepas dari Bayang-Bayang Lama

Kendati memuji visi besar tersebut, Said Didu menyayangkan sikap pemerintah yang dinilainya masih setengah hati.

Sejak awal, ia sempat mengingatkan agar gerbong pemerintahan Prabowo harus steril dari pengaruh kelompok-kelompok masa lalu jika ingin agenda perubahan berjalan mulus.

Namun, realitas politik di lapangan menunjukkan hal yang berbeda.

Keragu-raguan di internal Istana dalam membersihkan figur-figur yang terafiliasi dengan lingkaran lama dinilai membuat jalannya reformasi tertahan dan tidak berjalan secara maksimal.

“Karena terlalu kelihatan ragu, terlalu ragu dan orang publik tahu semua siapa sih geng Solo, oligarki, parcok, dan siapa yang masih dalam pemerintahan Presiden Prabowo,” pungkasnya tajam.

Artikel terkait lainnya