Oleh: Tarmidzi Yusuf | Kolumnis
Inilah momen yang ditunggu-tunggu.
Pergantian Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Listyo Sigit Prabowo merupakan Kapolri terlama kedua di Indonesia.
Bahkan Listyo Sigit Prabowo menjabat Kapolri terlama sejak era Reformasi.
Diketahui Listyo Sigit Prabowo menjabat sejak 27 Januari 2021 hingga Oktober 2026 (sekira 5 tahun, 8 bulan).
Listyo Sigit Prabowo tercatat sebagai Kapolri terlama kedua sepanjang sejarah sekaligus yang terlama di era Reformasi.
Kapolri pernah dijabat oleh Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo.
Ia menjabat Kapolri sejak 29 September 1945 hingga 14 Desember 1959 (14 tahun, 2 bulan).
RS Soekanto yang namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit Polri di Jakarta Timur itu merupakan Kapolri pertama dan terlama dalam sejarah Indonesia.
Desas-desus pergantian Kapolri Listyo Sigit Prabowo sudah berhembus kencang sejak peristiwa Agustus kelabu tahun 2025.
Presiden Prabowo sampai membentuk Komite Reformasi Polri.
Hasilnya?
Posisi Listyo Sigit Prabowo tak tergantikan meski desakan pencopotan Kapolri menggema di ruang publik.
Banyak kalangan memprediksi Kapolri Listyo Sigit Prabowo sulit tergantikan karena dikait-kaitkan sebagai benteng terakhir “pertahanan” politik Presiden Indonesia ke-7, Joko Widodo.
Pergantian Kapolri bertepatan dengan hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026 terkesan “diam-diam” dan super kilat.
Konon, Kapolri Listyo Sigit Prabowo masih mendampingi Presiden Prabowo dan Ketua DPR Puan Maharani saat memperingati Hari Kesaktian Pancasila di tugu Lubang Buaya, Jakarta Timur.
Saat bersamaan sedang ada proses politik di DPR.
Surat Presiden alias Surpres pergantian Kapolri dari Listyo Sigit Prabowo kepada Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto.
Sejak diterimanya Surpres pergantian Kapolri hingga pelantikan Kapolri hanya dalam hitungan jam.
Tak lebih dari 5 (lima) jam.
Sebuah proses politik yang tak biasa.
Nama Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto sudah disebut-sebut sejak tahun lalu, 2025 sebagai calon Kapolri pilihan Presiden Prabowo.
Atas pertimbangan tertentu, pergantian Kapolri yang terkesan “diam-diam” dan “kilat” akhirnya terlaksana juga.
Proses “kilat” pergantian Kapolri memantik spekulasi liar.
Benteng “pertahanan” politik Jokowi berakhir.
Sinyal proses diskualifikasi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sedang berproses di Mahkamah Konstitusi menguat.
Setidaknya benteng “pertahanan” politik Jokowi mulai goyah.
Bukan hanya soal Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tak lain putra sulung Jokowi yang sedang menghadapi masalah di Mahkamah Konstitusi.
Mungkin pula kasus dugaan ijazah palsu Jokowi akan membuka tabir yang selama ini dipersoalkan publik.
Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka makin terdesak.
Partai politik, DPR bahkan Pemerintahan Presiden Prabowo tampak diam saat ijazah Gibran Rakabuming Raka sedang berproses di Mahkamah Konstitusi.
Benarkah pergantian Kapolri Listyo Sigit Prabowo oleh Suyudi Ario Seto sinyal kuat diskualifikasi Gibran Rakabuming Raka yang akan diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi akhir pekan ini? ***