Kepercayaan Rakyat Tergerus! Angka Kepuasan Terhadap Prabowo-Gibran Terus Merosot Tajam, Kini Tersisa 55,1 Persen

DEMOCRAZY.IDTingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengalami penurunan sepanjang Oktober 2025 hingga Agustus 2026.

Temuan tersebut disampaikan dalam tayangan Poltracking TV bertajuk “Membaca Tren Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran”, Senin (31/8/2026).

Berdasarkan survei Poltracking Indonesia periode Agustus 2026, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran tercatat sebesar 78,1 persen pada Oktober 2025.

Angka tersebut kemudian turun menjadi 74,1 persen pada Maret 2026, 72,2 persen pada Mei 2026, 58,4 persen pada Juli 2026, hingga mencapai 55,1 persen pada Agustus 2026.

Peneliti Senior Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, mengatakan hasil survei tersebut menjadi gambaran evaluasi sekaligus koreksi publik terhadap pemerintah.

“Dan kalau kita tarik benang merahnya secara keseluruhan, data survei, temuan survei Poltracking ini memberikan gambaran evaluasi dan koreksi dari publik,” kata Masduri dalam tayangan Poltracking TV tersebut.

Menurut Masduri, survei dapat menjadi alat ukur empiris sekaligus patokan bagi pemerintah untuk melihat respons masyarakat terhadap kinerja pemerintahan.

Ia menyebut masih terdapat ekspektasi publik yang belum terpenuhi dengan baik.

“Dan temuan data survei kita memberikan gambaran ada ekspektasi publik yang belum terpenuhi dengan baik,” ujarnya.

Masduri mengatakan tren penurunan kepuasan publik tersebut terlihat dalam hasil survei selama hampir satu tahun, mulai Oktober 2025 hingga Agustus 2026.

“Kalau kita lihat dari data Poltracking, tren dari satu tahun di Oktober 2025 sampai dengan Agustus hari ini, kurang lebih satu tahun, jadi tren penurunan tingkat kepuasan publik,” kata Masduri.

Kepercayaan Publik Juga Menurun

Selain tingkat kepuasan, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran juga mengalami penurunan.

Tingkat kepercayaan tercatat sebesar 81,5 persen pada Oktober 2025.

Angka tersebut kemudian turun menjadi 75,1 persen pada Maret 2026, 74,2 persen pada Mei 2026, 65 persen pada Juli 2026, dan 63,2 persen pada Agustus 2026.

Sementara itu, masyarakat yang menyatakan kurang puas dan sangat tidak puas terhadap kinerja pemerintahan meningkat menjadi 40,2 persen.

Masduri menilai hasil tersebut menuntut pemerintah untuk lebih responsif dalam menanggapi masukan dan kritik masyarakat.

“Karena data survei ini menuntut respons dan tanggung jawab kebijakan dari pemerintah yang lebih responsif terhadap masukan dari publik,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan Presiden Prabowo agar tidak hanya berfokus pada dirinya maupun jajaran kabinet, tetapi tetap mempertimbangkan kritik dan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.

“Artinya jangan sampai kemudian presiden kita asyik dengan dirinya sendiri, asyik dengan kabinetnya tanpa melihat dan mempertimbangkan masukan dan kritik yang muncul menjadi aspirasi publik,” pungkas Masduri.

Artikel terkait lainnya