MIRIS! Kadisdik Kalteng Enggan Liburkan Sekolah Saat Karhutla, Anak-Anak Dikorbankan Demi Dapur MBG Tetap Jalan

DEMOCRAZY.ID – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, memberikan klarifikasi terkait potongan video viral yang memperlihatkan dirinya mempertimbangkan aspek pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kantin sekolah yang tutup terkait penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah kabut asap.

Kadisdik Kalteng Reza menegaskan bahwa hal itu merupakan bagian dari upaya pihaknya untuk mempertimbangkan penerapan PJJ secara menyeluruh.

Ia menyatakan bahwa aspek keselamatan siswa di tengah kabut asap tetap menjadi prioritas utama, sehingga penerapan PJJ untuk SMA, SMK, dan SKH di Kalteng dilaksanakan terhitung sejak 31 Agustus 2026.

“Tentu kita harus mengutamakan keselamatan siswa dan siswi serta tenaga kependidikan kita, makanya Pak Gubernur langsung membuat surat edaran (SE) pelaksanaan PJJ,” kata Reza saat diwawancarai usai meninjau pelaksanaan PJJ di Aula Berkah, Kantor Dinas Pendidikan Kalteng, Palangka Raya, Senin (31/8/2026).

Reza menjelaskan bahwa pelaksanaan PJJ yang berlangsung sejak 31 Agustus hingga 2 September ini telah melewati proses analisis mendalam berdasarkan hasil diskusi dengan pihak sekolah dan mempertimbangkan kondisi kualitas udara setiap daerah.

“Dalam membuat suatu kebijakan kan kita harus penuh dengan perhitungan, imbauan kami jelas dan sudah ter-copy ke seluruh sekolah,” jelasnya.

Ia lantas berharap agar masyarakat tidak menerima informasi sepotong-sepotong.

Ia menyebut bahwa potongan video yang beredar itu merupakan rapat internal secara daring bersama kepala SMA, SMK, dan SKH se-Kalteng pada Minggu (30/8/2026).

“Itu potongan video dan rapatnya itu lama sekali, kami juga mendengarkan aspirasi, dan (potongan video rapat) itu belum akhir, masih ada diskusi lebih lanjut terkait dengan pelaksanaan PJJ,” ucapnya.

Koordinasi Mekanisme MBG dengan Badan Gizi Nasional

Terkait dengan pelaksanaan MBG di tengah kondisi kabut asap, Reza menyebutkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) yang segera menerbitkan surat edaran (SE) mekanisme pelaksanaan penyaluran.

“Hari ini sudah ada SE dari BGN terkait pelaksanaan MBG, di setiap satuan pendidikan yang ada di Kalteng, nanti silakan dikonfirmasi ke kepala koordinator di wilayah Kalteng,” jelasnya.

Evaluasi Berkala PJJ Berdasarkan Kualitas Udara

Menurut Reza, pelaksanaan PJJ mengacu pada indikator kualitas udara yang ada di masing-masing daerah kabupaten/kota.

Terdapat dua daerah yang indikator kualitas udaranya hijau dan belum akan dilaksanakan PJJ per tadi malam, yakni Sukamara dan Seruyan.

“Pelaksanaan PJJ akan dievaluasi setiap tiga hari, kalau sudah tiga hari, masih ada kabut asap, PJJ akan diperpanjang,” ujarnya.

Artikel terkait lainnya