Kedok Wanita Nyamar Jadi Ojol di Demo 27 Agustus Dikuliti! Siapa Sebenarnya Melva Pardede, Benarkah Anak Buah Megawati?

DEMOCRAZY.ID — Nama Melva Pardede mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah aksinya saat diwawancara oleh salah satu stasiun televisi nasional viral.

Dalam video tersebut, perempuan paruh baya yang mengenakan atribut ojek daring (online) melontarkan pernyataan bernada tudingan kepada massa aksi.

Peristiwa itu bermula ketika Melva, yang berada di tengah kerumunan orang beratribut serupa, mengkritik keras sikap Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang memilih langsung pulang usai menyampaikan aspirasinya.

“Kami warga Jakarta merasa diberakin oleh kalian. Kalian main pulang saja setelah dari dalam. Kalian sudah cair kalian pulang,” tuding Melva dalam wawancara tersebut.

Sontak, video wawancara itu menuai polemik dan memantik reaksi keras warganet.

Banyak pihak di media sosial kemudian membongkar latar belakang Melva, yang disebut-sebut bukan pengemudi ojol sungguhan, melainkan seorang aktivis yang kerap berpindah-pindah isu aksi demonstrasi serta sempat dikaitkan dengan lingkaran politik tertentu.

Bantahan Tegas PDI Perjuangan

Di tengah ramainya perbincangan tersebut, beredar pula sejumlah foto di media sosial yang menampilkan Melva mengenakan atribut PDI Perjuangan, hingga memunculkan narasi bahwa dirinya merupakan kader partai berlambang banteng moncong putih itu.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli, langsung memberikan bantahan keras.

Ia memastikan bahwa informasi yang mengaitkan Melva Pardede sebagai kader resmi PDI Perjuangan adalah hoaks.

Guntur membeberkan sejumlah bukti untuk mematahkan klaim tersebut, termasuk menyoroti foto Melva beratribut partai yang dinilainya sebagai hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI).

“Simak penjelasan berikut: Foto itu adalah hoax, hasil kreasi AI. Kemeja PDI Perjuangan tidak pernah pakai logo bertuliskan PDIP, tapi PDI Perjuangan. Hasil penelusuran, foto berpakaian merah dia tidak ada di Google Lens. Tidak benar dia kader PDI Perjuangan, tidak punya KTA PDI Perjuangan dan tidak terdaftar sebagai kader resmi PDI Perjuangan,” tegas Guntur.

Selain itu, Guntur juga menepis kabar yang menyebut Melva sebagai simpatisan atau bagian dari tim sukses pasangan Pramono Anung–Rano Karno pada Pilkada Jakarta.

Ia menyebut rekam digital justru menunjukkan Melva pernah melayangkan kritik keras terhadap Pramono Anung.

“Tidak benar dia relawan resmi Pram-Doel, kalau simpatisan bisa jadi iya. Bahkan dia pernah mengkritik keras Pramono Anung. Tidak benar dia My Esti. My Esti bukan orang Batak, beliau lebih glowing dan smart dari Melva Pardede,” ucapnya.

Ia pun menyimpulkan bahwa kehadiran Melva dalam berbagai kesempatan lebih dipicu oleh kebiasaannya mengikuti berbagai aksi demonstrasi dengan mengenakan atribut yang berubah-ubah demi sorotan kamera.

“Melva Pardede hanyalah orang yang sering ikut demo di mana-mana, kadang mengaku diri sebagai perwakilan komunitas ojol dan lain-lain untuk sering muncul di depan kamera,” pungkasnya.

Artikel terkait lainnya