DEMOCRAZY.ID — Tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dilaporkan menembus angka 81,5% berdasarkan hasil survei terbaru lembaga Indonesia Development Monitoring (IDM) untuk periode Semester I 2026, yang dilakukan pada 11–20 Juli 2026.
Angka tersebut diungkapkan oleh mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Ardianto Satriawan, melalui akun X (Twitter) pribadinya.
Berdasarkan temuan IDM, tingginya angka kepuasan masyarakat tersebut utamanya didorong oleh apresiasi publik terhadap dua sektor utama, yakni ketegasan dalam penegakan hukum kasus korupsi yang mendulang tingkat kepuasan hingga 86,7%, serta terjaganya stabilitas ekonomi di angka 65,3%.
Capaian narasi positif ini bahkan sempat dibagikan ulang oleh akun resmi Kementerian UMKM Republik Indonesia di ruang digital.
“KEPUASAN PUBLIK TERHADAP PRABOWO TEMBUS 81,5%! SEKALI LAGI 81,5%!” tulis Ardianto, dikutip Selasa (11/8/2026).
Kendati membagikan data angka kepuasan yang tinggi, Ardianto turut menyertakan sebuah tangkapan layar berita arsip Kompas.com tertanggal 18 Maret 2013.
Unggahan tersebut memuat pernyataan lawas Prabowo Subianto ketika dirinya mengomentari hasil survei lembaga pemantau opini publik pada masa lalu.
Kala itu, merespons hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menempatkan elektabilitasnya di posisi ketiga dengan perolehan 19,2% di bawah Megawati Soekarnoputri (20,7%) dan Aburizal Bakrie (20,3%), Prabowo secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap objektivitas lembaga survei.
“Hasil survei itu tergantung siapa yang bayar. Siapa yang bayar survei itu?” ucap Prabowo di hadapan awak media usai menghadiri acara ICMI Peduli di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (18/3/2013) silam.
Penyematan rekam jejak pernyataan lama tersebut sontak menjadi catatan tersendiri di tengah riuhnya publik menyikapi diseminasi data tingkat kepuasan terhadap jalannya roda pemerintahan saat ini.
👇👇
KEPUASAN PUBLIK TERHADAP PRABOWO TEMBUS 81,5%!
SEKALI LAGI 81,5%! pic.twitter.com/pIeRuV2Tdy
Baca Juga— Ardianto Satriawan (@ardisatriawan) August 10, 2026