DEMOCRAZY.ID — Polemik berkepanjangan mengenai dugaan ijazah palsu milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali memantik perhatian publik.
Pegiat media sosial Bachrum Achmadi secara terbuka mempertanyakan mengapa persoalan yang dinilainya sangat mendasar dan sederhana tersebut justru terus berlarut-larut tanpa kejelasan yang tuntas.
Melalui akun X pribadinya, Bachrum menyoroti betapa polemik ini seharusnya bisa diselesaikan dengan mudah apabila pihak terkait bersedia menunjukkan dokumen pendidikan yang dipersoalkan secara terbuka kepada publik. Menurutnya, tidak ada alasan bagi seseorang yang memegang dokumen asli dan sah untuk merasa khawatir atau takut memperlihatkannya.
“Masalah ijazah dibikin rumit dan ruwet, padahal orang kalau punya ijazah asli dan legal tidak akan takut menunjukkannya ke orang,” tulis Bachrum.
Ia bahkan melontarkan sindiran menohok, menilai fenomena ini sebagai sesuatu yang tidak biasa terjadi pada umumnya, di mana dokumen administratif yang seharusnya menjadi bukti autentik justru tertutup dari ruang publik.
“Baru kali ini di dunia ada manusia takut keberadaan ijazahnya dilihat orang,” ujarnya.
Tak hanya itu, Bachrum turut mengkritisi gaya respons Jokowi yang dinilainya cenderung berputar-putar dan menghindari substansi persoalan.
Ia membandingkan gestur tersebut dengan prinsip dasar kejujuran yang lugas.
“Orang kalau jujur pasti gak jelimet muter sana-sini, tapi kalau pembohong sudah pasti banyak alasan!” tambahnya tajam.
Di tengah riuhnya perdebatan di ruang publik, pusaran polemik ijazah ini juga masih menyisakan proses hukum yang berjalan di pengadilan.
Sejumlah tokoh yang vokal mempersoalkan isu tersebut masih menghadapi berbagai langkah hukum lanjutan.
Terdakwa Roy Suryo tercatat masih harus menjalani rangkaian proses hukum, termasuk praperadilan terkait pencekalan ke luar negeri.
Sementara itu, Tifauziah Tyassuma juga sempat mengambil langkah hukum dengan mengajukan praperadilan terkait sah atau tidaknya penghentian penuntutan.
Dengan masih bergulirnya proses peradilan di meja hijau, diskursus dan tanda tanya masyarakat mengenai keabsahan dokumen pendidikan tersebut dipastikan masih akan terus berlanjut.