Seloroh Prabowo Puji Kecerdasan Bahlil: Kalau Dicari di Google, Kampusnya Gak Ada!

DEMOCRAZY.IDPresiden RI Prabowo Subianto memberikan pandangan mendalam mengenai makna kecerdasan dan kualitas kepemimpinan saat menghadiri peluncuran serta bedah buku karya Bahlil Lahadalia berjudul “10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad” di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa kecerdasan seseorang tidak bisa hanya diukur dari mentereng atau tidaknya nama institusi pendidikan tempatnya belajar.

Prabowo mengawali ceritanya dengan mengulas pengalamannya selama puluhan tahun sebagai pemimpin militer yang terbiasa menilai karakter manusia dalam waktu singkat.

Meski mengaku belum lama mengenal Bahlil, Prabowo menyebut insting kepemimpinannya mampu menangkap potensi besar dalam diri Bahlil Lahadalia melalui interaksi yang singkat.

“Jadi saudara-saudara, saya tidak lama kenal Pak Bahlil. Tidak seperti Pak Rosan 20 tahun, saya tidak. Tapi kadang-kadang pertemuan dua-tiga kali saja bagi saya, karena saya memang lama berurusan dengan masalah manusia,” ujar Prabowo.

“Seorang pemimpin tentara itu sering berurusan dengan manusia. Dari muda kita sudah berhadapan dengan 30 orang pertama kali itu,” katanya menamabahkan.

Mantan Danjen Kopassus itu menjelaskan bahwa penilaian terhadap seseorang bisa dilakukan melalui intuisi atau “getaran” yang dirasakan saat berkomunikasi.

“Bahkan di akademi kita sudah berurusan dengan orang. Kita sudah bisa lihat, kita bisa menangkap apakah itu dikatakan getaran, apakah itu dikatakan insting, mungkin bahasa Inggrisnya vibes atau chemistry. Dan kita bisa menilai dari dua-tiga kalimat, dari pembicaraan, dari tanggapan,” lanjutnya.

Poin utama yang ditekankan Prabowo dalam acara tersebut adalah mengenai sumber kecerdasan.

Ia secara blak-blakan menyebut Bahlil sebagai bukti nyata bahwa kecerdasan tidak lahir dari sekadar duduk di bangku sekolah atau kampus ternama.

Bahkan, Prabowo melontarkan seloroh mengenai latar belakang pendidikan Bahlil yang dianggapnya tidak populer.

“Jadi saudara-saudara, tadi keberanian, kecerdasan. Dan kecerdasan itu bukan dari sekolah menurut saya. Kecerdasan bukan dari sekolah,” seloroh Prabowo disambut tawa hadirin.

“Dan ini sudah kita buktikan berkali-kali. Hari ini sekarang kita buktikan lagi, Pak Bahlil. Saya kira sekolahnya gak terlalu terkenal Pak Bahlil. Kalau dicari di Google kampusnya sudah nggak ada,” lanjut dia.

Ia menegaskan kembali bahwa gengsi sebuah almamater bukanlah jaminan kualitas intelektual seseorang.

“Ya, jadi itu sudah kita buktikan di mana-mana. Tidak menjamin sekolahnya di mana,” tegasnya.

Alih-alih menyandarkan kecerdasan pada institusi formal, Presiden Prabowo justru meyakini bahwa kecerdasan dan kesuksesan yang dimiliki Bahlil saat ini berakar dari didikan orang tua dan nilai-nilai spiritual.

“Kecerdasan itu mungkin didapat dari jelas, dari orang tua. Jadi memang bagaimanapun ya ajaran agama kita ya, bahwa surga ada di telapak kaki ibu. Saya kira itu benar. Mungkin Pak Bahlil itu menjadi seperti sekarang karena pengorbanan Ibu. Dengan susah payah bagaimana memberi makan, mengurus anak ini,” katanya.

“Jadi kecerdasan itu menurut saya juga karena ditempa, ditempa oleh kesulitan. Jadi kesulitan… nah ini sekarang yang kita harus prihatin. Apakah generasi-generasi penerus kita sekarang ini nanti kuat menghadapi persaingan antara bangsa yang semakin keras? Atau mudah menyerah, mudah mengeluh, mudah minta bantuan?” pungkasnya.

Rosan: Orang Biasanya Luncurkan 1 Buku, Bahlil Langsung 10!

CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, menghadiri peluncuran dan bedah buku bertajuk 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia yang digelar di The Ballroom at Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

Dalam sambutannya, Rosan mengatakan Bahlil merupakan sosok yang memiliki pemikiran jauh ke depan.

Menurutnya, kebanyakan orang hanya meluncurkan satu buku, sedangkan Bahlil sekaligus merilis 10 buku.

“Selalu mempunyai pemikiran-pemikiran ke depan yang mungkin di antara kita belum kita pikirkan. Salah satunya paling gampang sekarang, orang biasanya meluncurkan buku satu, ini (Bahlil) langsung 10, coba. Ini kan pemikiran yang di luar pemikiran kita. Orang satu saja belum tentu, ini bisa 10. Jadi memang luar biasa,” ujar Rosan.

Menurut Rosan, 10 buku tersebut dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi dan berusaha meraih kesuksesan.

“Buku ini saya yakin akan menjadi inspirasi bagi anak-anak muda, bagi anak-anak yang mungkin tadinya di banyak daerah, di banyak tempat, melihat bahwa keberhasilan itu bisa datang, bisa berjalan apabila kita memang selalu berani melangkah dengan niat yang baik, InsyaAllah itu bisa terwujud,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Rosan juga menyampaikan terima kasih kepada Bahlil karena telah meletakkan fondasi yang kuat di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Menurutnya, hal tersebut membuat dirinya lebih mudah melanjutkan tugas yang sebelumnya dijalankan Bahlil.

“Jadi, menterinya adalah Pak Bahlil, saya hanya penerusnya saja di Kementerian Investasi,” katanya.

Artikel terkait lainnya