Dapur Rahasia Istana Terbongkar! Dasco Ungkap Jokowi Sempat Ragu dan Minta Prabowo Tinjau Ulang Keputusan Pilih Gibran Jadi Cawapres

DEMOCRAZY.IDPengakuan blak-blakan meluncur dari dapur pacu kekuasaan Partai Gerindra.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, akhirnya buka suara membongkar proses di balik keputusan Presiden Prabowo Subianto memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai pendampingnya dalam kontestasi Pilpres 2024 lalu.

Di tengah derasnya sorotan publik terhadap relasi politik masa lalu, Dasco mengungkapkan bahwa Prabowo sempat beberapa kali membangun komunikasi langsung dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, guna membahas rencana meminang Gibran.

Kendati demikian, Dasco mati-matian menepis anggapan adanya intervensi atau praktik cawe-cawe dari pihak Jokowi.

Ia bahkan meralat kabar burung yang sempat beredar luas di ruang publik mengenai frekuensi pertemuan tersebut.

“Yang benar lima kali. Sebenarnya lima kali itu juga jawaban Pak Jokowi sama,” ujar Dasco, Jumat (31/7/2026).

Respons Jokowi: Dari Minta Pertimbangan hingga “Tanya Anaknya”

Menurut versi Dasco, respons yang diberikan oleh Jokowi di setiap pertemuan tersebut justru bernada resisten dan meminta agar Prabowo berpikir ulang, alih-alih langsung memberikan restu atau mendikte keputusan.

“Pertama, Pak Prabowo, pikir dulu. Apakah ini bagus atau enggak, nanti dikira saya ikut campur. Itu selalu jawabannya,” ucap Dasco menirukan sikap Jokowi kala itu.

Puncak dari rangkaian komunikasi itu terjadi pada pertemuan terakhir, di mana Jokowi diklaim memilih untuk melempar bola panas tersebut secara langsung kepada sang putra mahkota, alih-alih mengambil keputusan atas nama keluarga.

“Jawaban yang terakhir, ya kalau ngomongnya begitu, tanya sama anaknya,” tambahnya.

Dengan narasi tersebut, Dasco berkeras membantah segala spekulasi miring mengenai keterlibatan cawe-cawe kekuasaan istana saat itu.

Ia mengeklaim bahwa keputusan final murni lahir dari kalkulasi politik internal koalisi yang dirumuskannya bersama Prabowo.

Pihaknya mengaku menyusun formula dan hitung-hitungan elektoral secara matang sebelum akhirnya disodorkan dan direstui oleh sang ketua umum.

“Kita kemudian bikin formulanya, kemudian kita sajikan kepada Pak Prabowo, hitung-hitungannya begini, ya sudah. Alhamdulillah diterima,” tuturnya.

Bantahan Berulang di Tengah Pusaran Kritik Dinasti

Upaya cuci tangan dari bayang-bayang politik dinasti ini sejatinya senada dengan pembelaan yang kerap dilontarkan oleh Prabowo sendiri sebelumnya.

Di berbagai kesempatan, sang kepala negara selalu menegaskan bahwa penunjukan Gibran merupakan kehendak pribadinya secara sadar tanpa ada paksaan dari pihak luar.

“Saya yang pilih, saya yang minta, saya yang memilih,” tegas Prabowo dalam beberapa kesempatan lalu, sembari menepis stigma politik dinasti dan berdalih bahwa setiap warga negara memiliki hak konstitusional yang setara untuk memimpin.

Meski pembelaan demi pembelaan terus digetarkan oleh lingkaran ring satu kekuasaan untuk meredam polemik, publik tetap kritis memandang relasi kuasa di balik meja perundingan masa lalu tersebut.

Artikel terkait lainnya