DEMOCRAZY.ID – Sebuah target yang muncul di layar radar kapal perang Amerika Serikat (AS) ternyata menjadi awal dari salah satu perang paling berdarah dalam sejarah modern.
Target yang diyakini sebagai kapal dan torpedo musuh itu belakangan diketahui kemungkinan hanya kesalahan pembacaan radar akibat cuaca buruk.
Namun, insiden tersebut telanjur menjadi dalih AS memperluas perang yang akhirnya menewaskan sekitar 2-3 juta orang.
Peristiwa itu terjadi pada Agustus 1964 di Teluk Tonkin, Vietnam.
Saat itu, Vietnam masih terbelah menjadi dua, yakni Vietnam Utara yang komunis dan Vietnam Selatan yang pro-Barat.
Khawatir komunisme meluas di Asia Tenggara, AS mengirim kapal perusak USS Maddox untuk berpatroli di kawasan tersebut.
Pada 2 Agustus 1964, patroli USS Maddox diketahui oleh kapal patroli Vietnam Utara. Kontak senjata sempat terjadi, tetapi tidak menimbulkan korban.
Dua hari kemudian, tepatnya pada malam 4 Agustus, radar dan sonar USS Maddox kembali menangkap sinyal misterius yang diyakini sebagai kapal musuh dan torpedo yang bergerak menuju kapal.
Sebagaimana diceritakan dalam buku America, the Vietnam War, and the World (2003), tanpa konfirmasi visual yang jelas, USS Maddox bersama kapal pendampingnya langsung bermanuver dan melepaskan tembakan ke arah sasaran yang hanya terlihat di layar radar.
Laporan bahwa kapal perang AS diserang segera dikirim ke Washington.
Pemerintahan Presiden Lyndon B. Johnson kemudian menyebut insiden itu sebagai agresi Vietnam Utara di perairan internasional.
Tak lama berselang, pemerintah AS mengajukan Resolusi Teluk Tonkin ke Kongres.
Pada 7 Agustus 1964, resolusi tersebut disahkan dan memberi kewenangan luas kepada presiden untuk menggunakan kekuatan militer di Asia Tenggara.
Sejak saat itu, AS meningkatkan keterlibatan militernya di Vietnam, termasuk melancarkan pengeboman besar-besaran.
Menurut situs Britannica, konflik tersebut menewaskan sekitar 2-3 juta orang.
Namun, sekitar 40 tahun kemudian, dokumen rahasia mengungkap bahwa serangan kedua yang menjadi dasar eskalasi perang ternyata tidak pernah terjadi.
Sinyal yang ditangkap radar diduga berasal dari cuaca buruk dan gelombang laut.
“Tidak ada serangan kedua terhadap kapal Angkatan Laut AS di Teluk Tonkin pada awal Agustus 1964. Lebih jauh, bukti menunjukkan adanya upaya yang mengkhawatirkan dan disengaja oleh Menteri Pertahanan McNamara untuk memelintir bukti dan menyesatkan Kongres,” ungkap laporan rahasia yang baru diungkap ke publik 40 tahun kemudian, dikutip situs U.S. Naval Institute.
Meski demikian, narasi bahwa AS diserang tetap digunakan sebagai dasar memperluas perang.
Presiden AS Lyndon B. Johnson bahkan belakangan mengakui kekeliruan tersebut.
“Sialan, para pelaut bodoh itu ternyata cuma menembak ikan terbang!” ungkap Johnson.
Perang baru benar-benar berakhir pada 30 April 1975 setelah Vietnam Utara merebut Saigon, ibu kota Vietnam Selatan.
AS pun harus mengakui kekalahannya setelah konflik yang dipicu insiden di Teluk Tonkin tersebut.