Menteri Pendidikan Kabinet Bayangan Keluarkan Ultimatum Keras: Tarik Segera Tentara dari Sekolah, Hentikan Proyek MBG!

DEMOCRAZY.IDMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Bayangan, Iman Zanatul Haeri, mengungkapkan sejumlah persoalan yang menurutnya harus segera menjadi perhatian pemerintah.

Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers usai rapat perdana Kabinet Bayangan kemarin.

Iman menekankan bahwa sejumlah kebijakan di sektor pendidikan selama ini terkesan lahir tanpa perencanaan yang matang.

Karena itu, ia mendorong adanya langkah cepat untuk menangani berbagai persoalan yang dinilai mendesak.

Kebijakan Pendidikan Terlihat Tidak Terencana

Blak-blakan, Iman mengkritik pola penyusunan kebijakan pendidikan yang menurutnya cenderung dilakukan tanpa evaluasi terlebih dahulu.

“Kebijakan-kebijakan pendidikan yang kita lihat memang kecenderungannya patut diduga dari wangsit ya,” ujar Iman, Kamis (30/7/2026).

“Karena kebijakannya baru muncul dan evaluasinya baru belakangan dan baru dihitung setelah pasca kejadian,” tambahnya.

Iman juga menyinggung peristiwa yang terjadi di Bali, ketika seorang anak menangis karena orang tuanya diduga kesulitan membeli ayam.

Menurutnya, persoalan tersebut memerlukan penanganan lintas kementerian.

“Yang pertama secara darurat ya yang harus cepat kita tanggapi adalah kejadian anak di Bali menangis karena orang tuanya pulih paling ayam gitu ya,” ucapnya.

Ia menekankan, semua lintas kementerian harus terlibat kementerian dan lembaga, KPAI, Kemendikdasmen, Kementerian Kebudayaan untuk turut serta bagaimana menangani ini ke depan.

“Tidak hanya kejadian tapi pasca kejadian meskipun ini adalah isu ekonomi dan sosial tapi pendidikan dan kebudayaan punya kontribusi untuk mencegah ini ke depan,” imbuhnya.

Usul Tarik Unsur Militer dari Sekolah dan Kampus

Selain itu, Iman mengusulkan agar pemerintah menarik seluruh unsur militer dari lingkungan pendidikan.

“Yang kedua yang darurat untuk kita atasi terlebih dahulu adalah mungkin ya empat kementerian ini harus merekomendasikan kepada presiden agar menarik mundur semua unsur-unsur militer, tentara ke dalam sekolah-sekolah universitas di Indonesia,” tegasnya.

Ia juga menyinggung sejumlah program pemerintah yang menurutnya perlu dievaluasi.

“Sekolah Rakyat, SMA Unggul Garuda, URI dan semua program-program yang berkaitan dan ini juga mengambil lahan sekolah seperti Koperasi Merah Putih, KDMP dan juga menghentikan,” Iman menuturkan.

Iman bahkan mengusulkan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara.

“Sementara MBG sampai keluar keputusan MK. Jadi itu yang darurat dilakukan supaya dunia pendidikan bisa menghala nafas,” jelasnya.

Lebih jauh, Iman bilang bahwa anggaran pendidikan perlu kembali difokuskan pada kebutuhan yang lebih mendasar.

“Yang terakhir adalah anggarannya. Ini juga harus ada refocusing anggaran dikembalikan kepada hal yang substantif seperti kepentingan anak, murid, biaya pendidikan dari tingkat menengah, dasar dan juga tinggi,” kuncinya.

Artikel terkait lainnya