DEMOCRAZY.ID – Peta kekuatan politik nasional menuju kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai diulas oleh para pengamat.
Pengamat politik kenamaan, Adi Prayitno, melontarkan analisis tajam yang menyebutkan bahwa PDI Perjuangan (PDIP) diprediksi menjadi satu-satunya kekuatan politik yang paling berani berdiri sebagai oposisi dan menantang Presiden Prabowo Subianto di Pilpres mendatang, apabila kedua kubu tidak menjalin koalisi.
Dalam pandangannya, poros-poros kekuatan politik besar lainnya—seperti Poros Solo yang dimotori oleh kekuatan Jokowi, PSI, dan Gibran, maupun Poros Cikeas di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono bersama Partai Demokrat dan AHY—dinilai tidak akan seberani Poros Teuku Umar di bawah komando Megawati Soekarnoputri dalam mengusung kader internalnya sendiri sebagai calon presiden atau wakil presiden.
“Kok rasa-rasanya di antara kekuatan-kekuatan politik ini, misalnya Poros Solo, Poros Cikeas, ataupun Poros Teuku Umar, kok cuman PDIP yang kemudian per hari ini dipastikan akan memajukan calon sendiri sebagai calon presiden atau sebagai calon wakil presiden,” ungkap Adi dalam tayangan kanal YouTube Adi Prayitno Official, yang dikutip Senin (20/7/2026).
Lebih lanjut, Adi menegaskan bahwa prediksi tersebut bukan tanpa dasar.
Analisis ini berpijak pada rekam jejak serta tradisi politik partai berlambang banteng moncong putih tersebut yang selalu konsisten mengambil panggung utama dalam setiap pemilihan presiden langsung sejak tahun 2004 hingga 2024.
Dalam rentang waktu dua dekade lebih tersebut, tercatat PDIP tidak pernah sekalipun absen menghadirkan jagoan sendiri di surat suara pemilihan presiden:
“Kenapa? Karena tradisi politik PDIP sejak 2004 hingga saat ini, ketika rezim pemilihan presiden dipilih secara langsung, PDIP itu tidak pernah absen dalam pertarungan politik,” tegas Adi.
Dengan konsistensi historis dan watak politik kader yang terbangun di dalam tubuh partai, banyak kalangan meyakini bahwa PDIP tetap memegang DNA petarung.
Jika pada akhirnya tidak bergabung dalam gerbong koalisi pemerintahan Prabowo Subianto di 2029, PDIP diyakini sebagai satu-satunya poros yang memiliki modal politik, struktur mengakar, serta keberanian mutlak untuk kembali mengusung kandidat sendiri di panggung pilpres.