TERKUAK! Ini 3 Sosok Anggota DPRD TTU Diduga Kuat Intimidasi Dokter Icha, Publik Geram

DEMOCRAZY.ID – Isu perlindungan terhadap tenaga kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Secara hukum, tenaga kesehatan telah mendapat perlindungan melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Namun, implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan.

Dalam menjalankan tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat, tenaga kesehatan masih kerap menjadi sasaran kekerasan, intimidasi, hingga pelampiasan emosi dari pasien maupun keluarga pasien.

Kondisi ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum saja belum cukup tanpa diiringi upaya nyata untuk menjamin keamanan dan keselamatan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.

Kasus terbaru, dr. Elizabeth Princila Utami Pakaenoni (Dokter Icha) memilih mengakhiri hidupnya karena mengalami guncangan psikologi usai diduga mendapatkan intimidasi anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dokter Icha dikabarkan mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan saat menangani pasien gigitan ular di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Leona Kefamenanu, pada pada Sabtu (13/6/2026).

Saat itulah, ia dibentak oleh pengantar pasien yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU.

Usai kejadian, kondisi Dokter Icha semakin memburuk hingga ditemukan tewas tidak wajar di kamarnya, pada Jumat (26/6/2026) sekira pukul 18.30 WITA.

Lantas siapa sosok anggota DPRD TTU yang diduga intimidasi Dokter Icha?

1. Therensius Lazakar

Dikutip dari infopemilu.kpu.go.id, Therensius Lazakar merupakan politikus dari Partai Golongan Karya (Golkar).

Ia sudah dua periode menjabat sebagai Anggota DPRD TTU, yakni periode 2019-2024 dan 2024-2029.

Di Pemilihan Legislatif 2024 lalu, Therensius Lazakar bertarung di daerah pemilihan 3 TTU.

Dirinya memperoleh sebanyak 1.340 suara sah.

Untuk harta kekayaan, Therensius Lazakar mencatatkan angka Rp.2.815.500.000.

Jumlah tersebut ia laporkan di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 31 Desember 2024.

Sedangkan terkait dengan kematian Dokter Icha, Therensius Lazakar menegaskan tidak melakukan intimidasi.

Ia juga membantah narasi beredar yang menyebut dirinya memaki-maki serta memaksa Dokter Icha memberikan suntikan anti bisa ke keponakannya yang dipatuk ular hijau.

“Tidak ada sedikit pun niat untuk mengintimidasi tenaga medis,” katanya, dikutip dari Pos-Kupang.com.

Meski demikian, Therensius Lazakar mengaku dilanda kepanikan karena tak kunjung mendapat penjelasan dari Dokter Icha yang ketika itu sedang jadi dokter jaga di IGD Rumah Sakit Umum Leona Noelbaki.

“Ini yang buat kami tambah panik lagi. Karena kalau dirujuk berarti, pasien butuh penanganan serius,” tandasnya

2. Norbertus Tubani

Sosok anggota DPRD TTU kedua yang diduga melakukan intimidasi adalah Norbertus Tubani.

Dikutip dari infopemilu.kpu.go.id, ia merupakan politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Norbertus Tubani berhasil jadi wakil rakyat setelah menang di Pileg 2024 lalu.

Dirinya bertarung di dapil 3 sama dengan Therensius Lazakar.

Sarjana Sosial itu memperoleh sebanyak 1.287 suara sah.

Untuk harta kekayaan, Norbertus Tubani memiliki aset sebanyak Rp.854.372.000

Jumlah tersebut ia laporkan di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 31 Desember 2025.

Sementara terkait insiden yang menimpa Dokter Icha, saat kejadian Norbertus Tubani memang sedang bersama dengan Therensius Lazakar.

Keduanya berangkat bersama untuk memastikan korban gigitan ular mendapatkan penanganan yang baik oleh petugas medis.

Norbertus Tubani dalam kesempatannya juga membantah melakukan intimidasi.

“Tidak pernah mengintimidasi dokter,” tegasnya, dikutip dari Pos-Kupang.com.

Norbertus Tubani menegaskan, hanya ingin meminta penjelasan soal langkah penanganan dan hasil pemeriksaan terhadap pasien.

Ia bersaksi Dokter Icha tidak menjelaskan soal pasien secara rinci, sehingga menyebabkan situasi semakin panik.

Sebelum meninggalkan rumah sakit, Norbertus Tubani mengaku sempat meminta maaf kepada petugas medis atas situasi yang terjadi.

“Permohonan maaf kepada Direktur RSU Leona, Dokter dan Dokter Icha semua tenaga medis yang berada di IGD RSU Leona,” tandasnya.

3. Veronika Lake

Sosok anggota DPRD TTU kedua yang diduga melakukan intimidasi adalah Veronika Lake.

Dikutip dari infopemilu.kpu.go.id, ia merupakan politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Veronika juga baru pertama kali menjadi anggota DPRD TTU.

Di Pileg 2024, dirinya menang setelah mengantongi 1.618 suara sah.

Lulusan Magister Manajemen ini kemudian resmi menjadi Anggota DPRD TTU setelah dilantik dilantik pada 26 Agustus 2024, bersama 29 anggota lainnya.

Veronika menjelaskan, keberadaannya di Rumah Sakit Umum Leona Noelbaki karena diajak oleh Therensius Lazakar.

Sebelumnya memang sejumlah anggota DPRD menggelar acara arisan istri-istri dewan di Kecamatan Insana.

Saat menuju rumah sakit, Veronika berada satu mobil dengan Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani.

“Saya ikut membesuk karena kebetulan pulang bersama rombongan tersebut. Kehadiran saya di rumah sakit bukan merupakan kunjungan yang direncanakan sebelumnya,” jelasnya dikutip dari YouTube Kompas TV.

Veronika melanjutkan, awalnya hanya berada di depan ruang perawatan bersama istri anggota dewan lainnya.

Lalu, ia mendengar adanya perdebatan antara dua anggota DPRD dan dr Icha.

Setelah itu, ia pun bertanya ke dr Icha terkait standar pelayanan rumah sakit terhadap pasien.

“Saya kemudian ikut menanyakan bagaimana tindak lanjut penanganan pasien, standar pelayanan, dan kualitas pelayanan,” ujar Veronika.

Veronika menyebut ketika perdebatan terjadi, pihak dari RS Leona beserta dokter lain akhirnya datang untuk memberikan penjelasan terkait prosedur penanganan pasien.

Dia mengklaim persoalan sudah diselesaikan pada saat itu juga melalui diskusi.

Selain itu, dirinya juga menyebut dua anggota DPRD yang terlibat perdebatan dengan dr Icha juga telah meminta maaf.

“Kedua rekan saya sudah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak manajemen dan almarhumah Dokter Icha saat itu juga,” katanya.

Lebih lanjut, Veronika mengaku siap untuk dimintai keterangan oleh penyidik dari kepolisian jika dibutuhkan.

“Saya menghormati seluruh proses yang sedang berjalan dan siap bekerja sama memberikan keterangan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pihak yang berwenang,” kata Veronika.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya