Ada Misi Rahasia? Utusan Khusus Presiden Sambangi UAS di Kampar, Minta Pencerahan Soal Situasi Bangsa!

DEMOCRAZY.ID – Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Muhammad Mardiono, menemui Ustadz Abdul Somad (UAS) di kediaman ustadz di Rimbo Panjang Kampar Rabu (17/6/2026).

Mardiono tiba di kediaman UAS atau rumah Omak Rabu siang didampingi mantan anggota DPD RI, Edwin dan ketua PPP Riau Ikbal Sayuti, bersama sejumlah pengurus dan rombongan.

Mardiono mengaku hadir di rumah UAS untuk meminta pencerahan dari sang ustadz, mulai dari persoalan korupsi, reformasi birokrasi dan persoalan saat ini fokus Presiden Prabowo yang ingin mengembalikan UU dasar, kekayaan alam harus sepenuhnya untuk kemaslahatan rakyat, bukan segelintir orang.

“Mohon pencerahan ustadz, mulai dari persoalan korupsi, dan persoalan saat ini,”ujar Mardiono.

Mardiono juga bercerita bagaimana kemajuan negara China saat ini yang sudah menjadi negara dengan kemajuan teknologi yang luar biasa karena perubahan untuk arah yang lebih baik.

Menjawab keresahan Mardiono itu, UAS pun mendoakan kunjungan tersebut tentunya bisa melapangkan rezeki dan memanjangkan umur.

“Terima kasih ditengah kesibukan menyempatkan kesini, apalagi sampai membatalkan jadwalnya yang lain,”ujar UAS memulai sambutannya.

Menurut UAS yang dibutuhkan masyarakat saat ini ada lima, ketika itu dipenuhi maka semuanya akan adem ayem.

Mulai dari infrastruktur jalan, sekolah gratis, lapangan pekerjaan, berobat gratis dan tempat ibadah yang nyaman.

“Kemanapun dia pergi jalan bagus, Biaya murah sekolah dan gratis, Lapangan pekerjaan murah, Biaya berobat subsidi besar, tempat ibadah sarana dan prasarana baik, kalau itu dipenuhi maka akan adem ayem,”ujar UAS.

Profil Mardiono

Mardiono merupakan pria kelahiran Yogyakarta pada 11 Juli 1957.

Ia dikenal sebagai pengusaha dan termasuk orang lama di dunia politik.

Dalam perjalanan politiknya, Mardiono pernah menjabat sebagai Ketua DPW PPP Provinsi Banten, serta Wakil Ketua Umum PPP di bawah kepemimpinan Muhammad Romahurmuziy.

Pada Desember 2020, dalam Muktamar IX PPP di Makassar, Mardiono sempat mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon ketua umum.

Namun, niat tersebut ia urungkan, dan akhirnya Suharso Monoarfa terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum partai.

Mardiono pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Wilayah PPP Provinsi Banten.

Kiprah di dunia bisnis

Mardiono dinilai memiliki pengaruh yang lebih besar di dunia bisnis.

Ia merupakan pemilik sejumlah perusahaan, seperti BCS Group, PT Cipta Niaga Internasional, PT Serang Asri Hotel, PT Bahari Caraka Sarana, PT Bank Perkreditan Rakyat (BPRS) Muamalah Cilegon, PT Albantani Cipta Niaga, dan PT Walle Jasa Pratama.

Mardiono juga mengelola beberapa SPBU dan kawasan industri di Cilegon melalui PT Cipta Niaga Internasional, serta memiliki perusahaan pengadaan perlengkapan militer, PT Amanah Perkasa Nusantara.

Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten pada 2002-2007.

Lalu pada 2007-2012 dan 2012-2017, Mardiono menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kadin. Berdasarkan laporan harta kekayaan yang diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 30 Maret 2022, ia memiliki total harta senilai Rp 1,27 triliun.

Jabatan di pemerintahan

Mardiono juga pernah mengemban beberapa jabatan dalam pemerintahan.

Pada periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi), Mardiono menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Kini, di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Mardiono menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya